Bocoran Harta Rp 20 M SYL 'Menteri Paling Miskin': 16 Tanah, 6 Mobil, 1 Harley
·waktu baca 4 menit

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut dirinya menteri paling miskin. Rumahnya hanya di BTN, di sebuah wilayah di Makassar, dan masih kebanjiran.
Namun, pernyataan itu berbanding terbalik dengan harta yang disampaikan ke LHKPN atau pelaporan harta kekayaan di KPK. Nilai total harta kekayaan SYL yang tercatat di sana mencapai Rp 20 miliar.
Kekayaan tersebut di antaranya terdiri dari 16 bidang tanah yang beberapa disertai bangunan dan kendaraan mewah; 6 mobil hingga motor Harley. Berikut rinciannya:
Aset tanah dan bangunan
Tanah seluas 540 m2 di Gowa, Sulawesi Selatan
Tanah seluas 2040 m2 di Gowa
Tanah seluas 961 m2 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Tanah dan bangunan seluas 1395 m2/285 m2 di Gowa
Tanah dan bangunan seluas 14629 m2/75 m2 di Gowa
Tanah seluas 5974 m2 di Gowa
Tanah dan bangunan seluas 990 m2/84 m2 di Gowa
Tanah seluas 594 m2 di Gowa
Tanah seluas 661 m2 di Gowa
Tanah dan bangunan seluas 20000 m2/75 m2 di Gowa
Tanah dan bangunan seluas 1025 m2/1900 m2 di Kota Makassar
Tanah seluas 35921 m2 di Gowa
Tanah dan bangunan seluas 1000 m2/400 m2 di Kota Makassar
Tanah dan bangunan seluas 170 m2/200 m2 di Gowa
Tanah dan bangunan seluas 122 m2/210 m2 di Makassar
Tanah dan bangunan seluas 646 m2/84 m2 di Gowa.
Dari 16 aset tanah beserta bangunan ini, 13 di antaranya diperoleh sendiri oleh SYL. Sementara 3 lainnya adalah warisan. Nilai rata-rata per lahan tersebut mencapai Rp 400 juta dan tertinggi Rp 4 miliar, total nilai 16 aset tanah SYL itu mencapai Rp 11.314.255.150.
Kendaraan
Toyota Alphard tahun 2004
Mercedes Benz sedan tahun 2004
Suzuki APV minibus tahun 2004
Mitsubishi Galant sedan tahun 2000
Harley Davidson tahun 1986
Toyota Kijang Innova tahun 2014
Mobil Jeep Cherokee tahun 2011
Kendaraan tersebut diperoleh sendiri oleh SYL. Hanya Jeep yang tercantum sebagai hasil hibah. Total nilai dari kendaraan di atas mencapai Rp 1.475.000.000.
Aset Lain
Aset yang dimiliki SYL tak hanya dua macam di atas. Ada juga harta bergerak senilai Rp 1.149.970.000 dan kas yang setara kas Rp 6.118.817.382.
Total nilai aset dan kekayaan SYL adalah Rp 20.058.042.532. Ini berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan pada 31 Januari 2023 untuk periodik 2022. SYL saat itu melaporkan harta kepakarannya sebagai Menteri Pertanian.
Harta Miliaran Disita KPK
Dalam sidang, jaksa juga menyinggung pernyataan SYL yang mengaku sebagai menteri paling miskin. Jaksa menilai pernyataan SYL tersebut tak sejalan dengan aset-aset milik mantan Menteri Pertanian itu yang sudah disita penyidik.
Jaksa pun kemudian mengungkap sejumlah aset dari hasil sitaan dalam kasus SYL:
Uang puluhan miliar rupiah yang disita dari hasil penggeledahan di rumah dinas SYL selaku Mentan di Jalan Widya Chandra, Jaksel
Rumah mewah di daerah Limo, Kebayoran Baru, Jaksel, yang telah disita KPK
Rumah mewah di daerah Panakkukang, Makassar, yang telah disita oleh KPK
Mobil Alphard atau Vellfire yang telah diserahkan atau disita oleh KPK
Mobil Mercy Sprinter yang telah disita KPK
Uang miliaran rupiah di rekening SYL yang telah diblokir
Membayar jasa penasihat hukum Febri Diansyah dkk sebesar Rp 3,1 miliar.
Kata SYL soal Menteri Paling Miskin
Seusai persidangan di PN Jakarta Pusat, kemarin, Selasa (9/7), SYL ditanya maksud pernyataan ‘menteri paling miskin’ tapi dia tak menjawab terang. Dia mempersilakan kuasa hukumnya untuk menjelaskan.
“Saya enggak boleh wawancara,” kata SYL.
Kuasa hukum SYL, Djamaluddin Koedoeboen, menjelaskan, maksud kliennya menyebut ‘menteri paling miskin’ adalah sebagai bahasa atau penggambaran sebagai seorang yang tak serakah. Sekaligus membantah Jaksa KPK yang melabeli SYL sebagai seorang yang tamak.
“Ya, supaya tahu bahwa memang Beliau [SYL] adalah seorang pejabat negara yang selama ini tidak serakah, dan tidak suka dengan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan kepada Beliau,” ungkap Djamaluddin di PN Jakarta Pusat, Selasa (9/7).
Dalam kasusnya, SYL dituntut 12 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa pemerasan di lingkungan Kementerian Pertanian bersama dua anak buahnya: Kasdi Subagyono dan M. Hatta. Ketiganya disebut meraup pungli hingga mencapai Rp 44,7 miliar.
Uang miliar itu lalu di antaranya digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga SYL.
SYL sudah menjalani rangkaian persidangan. Eks Gubernur Sulawesi Selatan itu tinggal menunggu putusan majelis hakim yang akan dibacakan besok, Kamis (11/7).
