Cerita di Balik Foto Dramatis Jokowi di Tengah Kebakaran Hutan

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat pada Oktober 2015 harus dipangkas dari 7 menjadi 3 hari. Presiden memutuskan segera meninggalkan AS karena mau meninjau kebakaran besar yang terjadi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Saat itu, kebakaran besar yang terjadi membuat Pulau Sumatera tertutup asap, bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura.
Jambi menjadi salah satu provinsi yang dikunjungi Presiden. Saat itu, sebagian lahan masih terbakar. Lahan yang bisa dipijak pun masih terasa panas karena sisa-sisa kebakaran.
Bersama rombongan, Jokowi awalnya mengunjungi lokasi lahan bekas terbakar. Api di lahan gambut tersebut sudah padam, tanah yang dipijak sudah terasa normal, tidak panas. Seluruh rombongan yang mendampingi Jokowi, termasuk sang Presiden hanya membawa perlengakapan seadanya.
Baca juga: 7 Foto Dramatis Jokowi Seorang Diri
Baca juga: Jokowi, Sepeda, dan Jawaban 10x10x4 = 404

Baca juga: Jokowi: Jangan Habiskan Pikiran untuk Saling Hujat, Kita Bersaudara
Tak ada sepatu khusus yang digunakan untuk berjalan di lahan gambut yang baru saja terbakar hebat. Selain para menteri dan Paspampres yang terus menempel Presiden, fotografer Kepresidenan juga terus melekat ke mana pun Jokowi melangkah.
Momen-momen Jokowi di antara bekas lahan yang terbakar tentunya menjadi angle menarik bagi fotografer kepresidenan yang bertugas saat itu, Laily Rachev. Bertugas sejak 2011 sebagai fotografer Istana, menempel Presiden di lokasi kebakaran hutan tentunya menjadi pengalaman baru baginya.
"Di sisi depannya Bapak Presiden masih berasap, sepatu dan celana yang berwarna hitam berubah jadi abu-abu," kenang Laily kepada kumparan (kumparan.com) di Jakarta, Rabu (24/5).
Baca juga: Pesan Presiden Afghanistan ke Jokowi soal Toleransi Beragama

Saat itu, Laily yang terus menempel Presiden sibuk mencari angle yang bagus. Diakuinya medan saat itu cukup berat dan berbahaya. Sebab, tanah masih terasa panas. Belum lagi asap pekat yang mengganggu pernapasan dan pengelihatan.
"Kaki terasa sangat hangat meski sudah pakai sepatu dan harus pakai masker juga. Gambut kan memang susah dipadamkan, jadi di bawah itu masih ada apinya," ujarnya.
Di tengah peninjauan Presiden, di sisi kanan dan kiri, kata Laily, masih tampak banyak petugas yang berupaya memadamkan kebakaran. Ternyata Presiden terus berjalan masuk ke dalam. Tanah yang panas dan asap yang mengganggu bernapas jadi tak terasa. Ia malah sibuk mengabadikan foto-foto Jokowi.

"Momen-momen itu langka dan tidak bisa diulang. Jadi memang mesti kecepatan dan ketepatan kita dalam mendokumentasikan momen itu penting. Apalagi itu di lokasi kebakaran hutan sebenarnya bagus sekali," ujarnya.
Laily mengaku tak pernah memberi arahan kepada Jokowi. Termasuk pose Jokowi yang sendirian di hamparan lahan gambut yang baru saja terbakar.
"Saat itu instinct saja. Tidak pernah diminta untuk memfoto seperti itu atau mengarahkan Bapak," ujarnya sambil tertawa.
Biasanya, saat hendak mengabadikan foto, Laily meminta izin terlebih dahulu kepada Presiden. "Izin bapak, 1,2,3, jepret," kata dia.
Jokowi biasanya langsung akan tersenyum dan 'bersiap' untuk difoto. Ini juga terjadi saat Laily mengabadikan Jokowi di antara kebakaran hutan di Jambi.
