China Sesalkan Serangan India ke Pakistan, Minta Kedua Negara Tahan Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bagian Masjid Bilal yang rusak terlihat setelah terkena serangan India di Muzaffarabad, ibu kota Kashmir yang dikelola Pakistan, Rabu (7/5/2025). Foto: AKHTAR SOMROO/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bagian Masjid Bilal yang rusak terlihat setelah terkena serangan India di Muzaffarabad, ibu kota Kashmir yang dikelola Pakistan, Rabu (7/5/2025). Foto: AKHTAR SOMROO/REUTERS

China mengaku prihatin dan khawatir atas serangan India ke Pakistan, meminta kedua negara tetangganya itu menahan diri dalam menanggapi eskalasi pasca-pembantaian wisatawan di Kashmir India akhir April lalu.

"Kami menyesalkan tindakan militer India pagi ini dan prihatin atas perkembangan terkini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dikutip dari AFP, Rabu (7/5).

"India dan Pakistan adalah tetangga yang tidak dapat dipisahkan, dan keduanya adalah tetangga China," katanya lagi.

"China menentang segala bentuk terorisme. Kami meminta China dan Pakistan memprioritaskan perdamaian, stabilitas, tetap tenang dan menahan diri, serta menghindari mengambil tindakan yang semakin memperumit situasi," tegas jubir Kemlu China.

Ilustrasi Peta India dan Pakistan. Foto: Shutterstock

India menyerang Pakistan dan menembakkan rudal ke 9 lokasi di Pakistan. Warga sipil jadi korban.

India mengatakan menyerang markas kelompok radikal di Pakistan. Namun, Pakistan membantah itu dan menyatakan tidak ada markas kelompok radikal yang dituduhkan India.

8 orang tewas dan 35 terluka dalam serangan India ke Pakistan. Sekolah diliburkan, rumah sakit diminta siaga.

India pun menamai serangan ke Pakistan sebagai Operasi Sindoor.