Curhat Ridwan Kamil soal Pengalaman Divaksin Corona hingga Penerapan PPKM

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/12). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/12). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan beberapa komentar serta pesannya terkait vaksin corona hingga penerapan PPKM. Ia juga sudah disuntik vaksin corona, sehingga ia membagikan pengalamannya menjadi salah satu yang pertama menerima vaksin tersebut.

Berikut telah kumparan rangkum beberapa curhatan Ridwan Kamil yang menarik anda baca berikut ini:

Tak Demam dan Bengkak, Hanya Ngantuk

Pria yang akrab disapa Emil ini menceritakan pengalamannya disuntik vaksin corona Sinovac. Ia berkisah tentang jarum yang lebih besar dari biasanya, hingga efek usai disuntik.

"Buat para bapak-bapak yang mengikuti dan nanti akan divaksin saya laporkan jarumnya itu enggak kecil, beda dengan jarum yang dipakai ngambil darah. Jadi agak lumayan linu satu jam di otot (tangan) kanan atau kiri sesuai kebiasaan," kata dia dalam diskusi Polemik Trijaya "Kesiapan Daerah Hadapi PPKM" di akun YouTube MNC Trijaya, Sabtu (9/1).

Selain terasa linu, efek lainnya ialah munculnya rasa kantuk di tiga hari pasca penyuntikan. Dia memastikan, tak ada efek berupa demam atau bengkak sebagaimana yang acap kali diwacanakan.

"Kedua, efek di saya tiga hari ngantuk di hari-hari berikutnya, dugaan bahwa terjadi panas atau demam bengkak atau berubah jadi Spiderman tidak ada, hanya mitos saja," ucap dia.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, usai jalani pengambilan darah relawan vaksin Sinovac di Puskesmas Garuda, Bandung, Senin (14/12). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Keterisian Ruang Isolasi RS di Jabar 79%

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkap tingkat keterisian ruangan isolasi bagi pasien terinfeksi virus corona di rumah sakit di Jawa Barat mencapai angka 79 persen. Dengan begitu, keterisian sudah melewati angka yang ditetapkan WHO yakni 60 persen.

"Rumah sakit ini sebenarnya pelaporan kemarin Jabar itu ada di 79 persen ya," tutur gubernur yang akrab disapa Emil, Sabtu (9/1).

Merespon hal itu, Emil telah memberikan penambahan sekitar 3 ribu ruangan isolasi non rumah sakit bagi pasien terinfeksi bergejala ringan selama satu bulan ke belakang.

"Yang dirawat di rumah sakit itu kan ada gejala ringan dan kami sebutnya zona hijau, kemudian ada gejala sedang zona oranye dan yang parah zona merah. Nah, yang hijau atau gejala ringan akan kami pindahkan ke 3 ribuan ruangan isolasi atau ruang perawatan yang non rumah sakit," ucap dia.

Tegur Kalau Kepala Daerah di Jabar Tolak PPKM

Ridwan Kamil ingin PPKM dijalankan menyeluruh di Jawa Barat. Sejauh ini, ia belum menemukan penolakan dari Kepala Daerah di tingkat Kabupaten atau Kota soal PPKM. Ia berjanji akan menegur langsung kepala daerah yang menolak kebijakan tersebut.

"Sejauh ini Jabar tidak ada penolakan, dan saya pasti tegur kalau ada yang menolak karena ini untuk kepentingan bersama juga kecuali alasan-alasannya sifatnya memang sangat insidentil dan emergency," kata dia dalam keterangannya dalam diskusi MNC Trijaya, Sabtu (9/1).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual, Senin (14/12). Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Ridwan Kamil Akui Ekonomi Bakal Terkena Imbas dari Penerapan PPKM

Ridwan Kamil mengakui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan berimbas pada sektor ekonomi. Dia menilai dampak tersebut tidak dapat dipungkiri, karena kesehatan dan ekonomi tak akan pernah berjalan beriringan.

"Bahwa akan ada dampak? Pasti. Jadi jangan pernah berteori bahwa penanganan COVID-19 ini bakal sejalan seirama kesehatan dan ekonomi dua-duanya menang, saya kira tidak ada teori itu. Mau menang ekonomi, maka korban kesehatan," ungkap pria yang akrab disapa Emil dalam diskusi di MNC Trijaya, Sabtu (9/1).