Dirut RSUD Cilacap: Nakes Positif COVID-19 Pernah Rawat Khusus ABK Corona India
ยทwaktu baca 2 menit

Sebanyak 48 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cilacap terpapar COVID-19. Mereka terpapar COVID-19 usai merawat 14 anak buah kapal (ABK) WN Filipina yang terjangkit varian corona India. Dari 48 nakes itu, 15 di antaranya sudah sembuh. Tersisa 33 orang nakes lagi yang kini masih menjalani perawatan di RS Priscilla Medica Center Cilacap.
Direktur Utama RSUD Cilacap dr Moch Ichlas Riyanto mengatakan sebagian nakes yang positif COVID-19 itu pernah merawat ABK corona India. Namun, Ichlas belum bisa memastikan apakah para nakes ini memang tertular dari ABK corona India itu atau dari tempat lain.
"Ya ada yang pernah merawat, ada yang mungkin di jalur IGD, karena kita tracing di semua jalan. Kita kan juga belum dapat memastikan apakah mereka terpapr dari ABK, atau dari luar, atau dari jalan kita kan belum tahu. Karena kan mereka tiap hari di lingkungan itu yang khusus di situ," ujar Ichlas saat dihubungi kumparan, Rabu (26/5). Ichlas juga menegaskan 14 ABK yang corona India itu dirawat di ruang isolasi khusus. Terpisah dari pasien corona lain di RSUD Cilacap. Ichlas tak menyebut ada berapa kini pasien corona lain di rumah sakitnya.
Dia juga menjelaskan, warga negara asing dirawat di ruang isolasi yang berbeda dengan pasien corona lainnya. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan varian India ke lingkungan yang jauh lebih luas.
"Di ruang Rajawali, kan ada dua lantai. Kalau yang ABK itu ada di lantai dua. Lantai satu COVID-19 non ABK," jelas dia.
Lebih lanjut Ichlas menjelaskan di RSUD Cilacap itu ada perawat dan dokter khusus yang memang menangani ABK corona India. Sayangnya, dia tidak menyebutkan berapa jumlah nakes yang khusus merawat pasien corona itu.
"Nakes atau perawat yang bertugas di ruangan isolasi (varian India) juga khusus ya. Jumlahnya ada banyak, tergantung jadwal," kata dia. Yang pasti, ujar Ichlas, dari sekitar 179 nakes yang ada di RSUD Cilacap, mereka dibagi shift beberapa shift dalam seharinya. Ada yang bertugas menjaga khusus di ruang isolasi ABK corona. Ada yang merawat pasien corona terpisah dari ABK. Ada juga yang melayani pelayanan umum.
Saat ditanya apakah, pihaknya merasa khawatir dan takut merawat pasien coroan India itu, Ichlas mengatakan tidak. Namun, sistem keamaan dan perlindungan diri semakin diperketat.
"Allhamdulilah teman-teman semangat. Merawatnya sama kaya corona yang lain pakai APD lengkap, dan keamanan lebih ketat," kata dia
Saat ini kondisi nakes yang masih menjalani karantina dr RS Pricilia Medical Center Cilacap dalam keadaan baik.
"Kondisi nakes yang dirawat stabil, enggak apa-apa, sekarant tiggal nunggu swab berikutnya," pungkas Ichlas.
