DKJ soal Revitalisasi TIM: Nama Perwakilan Kami Dieliminir dari Diskusi

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak berlari di kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (19/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak berlari di kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (19/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) buka suara terkait polemik yang terjadi di tengah revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). DKJ menyatakan tak dilibatkan dalam proses pembahasan revitalisasi TIM oleh Pemprov DKI.

Plt Ketua DKJ Danton Sihombing mengatakan, di masa awal revitalisasi, pihaknya sudah mengirim nama-nama kepada Pemprov DKI untuk masuk ke dalam tim pembahasan revitalisasi mewakili seniman. Namun ternyata, nama orang-orang yang dikirimkan oleh organisasinya ke Pemprov DKI dicoret.

Sehingga tak ada perwakilan dari DKJ dalam tim revitalisasi TIM dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1018 Tahun 2018.

“Nama yang diajukan dicoret entah oleh siapa sehingga DKJ dieliminir dalam wilayah diskusi revitalisasi,” ungkap Danton dalam dialog bersama media di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu, (19/2).

Sejumlah seniman Dewan Kesenian Jakarta menggelar konferensi pers terkait revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (19/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Danton menuturkan, sebelumnya DKJ telah mengirimkan 3 nama, termasuk dirinya, sebagai perwakilan dalam tim revitalisasi TIM pada 2018. Kala itu Danton menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DKJ.

Danton mengaku tak tahu siapa yang telah mencoret atau mengeliminir nama-nama dari DKJ.

Begitupun, Danton tak tahu menahu bagaimana akhirnya ada lima nama yang bukan utusan DKJ ditetapkan sebagai anggota tim revitalisasi perwakilan seniman. Mereka yaitu Arie Batubara, Arsono, Hidayat LDP, Yusuf Susilo Hartono, serta Mohammad Chozin.

Dalam Kepgub 1018 yang diterima kumparan, tertulis Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta sebagai ketua tim.

Sejumlah seniman Dewan Kesenian Jakarta menggelar konferensi pers terkait revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (19/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lebih lengkap, dalam Kepgub itu, nama para anggota tim itu yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sebagai wakil ketua, kemudian sekretaris Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta TIM, Kepala Bidang Seni Budaya Disparbud DKI, dan lima orang perwakilan seniman sebagai anggota.

Kepgub itu ditetapkan pada 7 Juni 2018. Di situ dinyatakan bahwa kerja tim revitalisasi TIM berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Adapun tugas anggota tim itu di antaranya melaksanakan forum diskusi, pertemuan, dan dengar pendapat dengan pihak terkait serta mengumpulkan dan mengolah data serta informasi terkait revitalisasi TIM.

Danton mengatakan, sebab nama perwakilannya tak ada dalam Kepgub itu, DKJ pun tak bicara banyak soal revitalisasi.

Sejumlah bajaj dan mobil terparkir di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (19/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Selama setahun kami dibutakan informasi itu (revitalisasi TIM) sesuai dengan kerjanya SK itu,” katanya.

Danton melanjutkan, DKJ baru-baru ini saja mulai terlibat cukup intens dalam proses revitalisasi TIM, setelah pihak DKJ bertemu dengan Pemprov DKI dan Jakpro.

“Kemarin kami diundang oleh Gubernur untuk membicarakan isu spesifik tentang revitalisasi. Kami ambil kesempatan itu baik-baik dan memberikan gambaran-gambaran,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini, proses revitalisasi TIM sudah mencapai 15 persen. Jakpro menargetkan, proyek ini akan tuntas sepenuhnya di tahun 2021.

Sementara proyek yang saat ini sudah dan sedang berjalan di antaranya pembangunan lokasi parkir, pembongkaran gedung Graha Bhakti Budaya.

Bersamaan, protes seniman terus mencuat. Seniman menolak revitalisasi karena proyek ini dinilai akan berujung komersialisasi TIM.

Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sebelumnya Jakpro mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan para seniman terkait revitalisasi TIM. Komunikasi itu dalam bentuk focus group discussion maupun dialog terbuka lainnya.

Direktur Operasi Revitalisasi TIM, Muhammad Taufiqurrachman mengatakan, komunikasi dan sosialisasi dengan tokoh, perwakilan atau kelompok seniman telah dilakukan sejak lama, dan terus dilakukan hingga saat ini.

“Kita sudah melakukan sosialisasi sejak Februari 2019. Jadi bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), melakukan FGD. Kemudian ada sosialiasi ada juga dialog, menjelaskan tentang bentuk TIM yang akan dibangun di masa depan. Itu sudah kita tunjukkan,” ungkap Taufiq saat sesi dialog media Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (19/2).

“Lebih dari 10 sampai 15 kali kita komunikasi baik dengan Pak Taufik Ismail, Kemudian dengan Pak Embi C Noor, Pak Slamet Raharjo, kemudian Pak Danton,” tambahnya.

kumparan post embed