Dua Kali Polisi Keliru Identifikasi Pengeroyok Ade Armando

14 April 2022 10:53
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dua Kali Polisi Keliru Identifikasi Pengeroyok Ade Armando (65068)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi membawa Ade Armando yang terluka saat demo 11 April di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, babak belur, setelah dikeroyok sejumlah orang saat demo 11 April di depan Gedung DPR/MPR Jakarta. Akibat pengeroyokan tersebut, ia menderita luka-luka dan harus mendapat perawatan intensif.
ADVERTISEMENT
Polisi pun langsung bergerak untuk mencari siapa saja pelaku pengeroyokan tersebut. Di hari yang sama, Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi beberapa orang pelaku dan langsung dicari keberadaannya.
Tanggal 12 April, Polda Metro Jaya menetapkan 6 orang sebagai tersangka pengeroyok Ade Armando. Identitas pelaku itu yakni Abdul Latip, Dhia Ul Haq, Try Setia Budi Purwanto, Abdul Manaf, Komarudin, dan Ade Purnama.
Nama, foto,dan alamat mereka tersebar di internet beberapa saat setelah Ade Armando diselamatkan polisi dari amukan massa. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membenarkan identitas para pelaku.
Dua Kali Polisi Keliru Identifikasi Pengeroyok Ade Armando (65069)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi membawa Ade Armando yang terluka saat demo 11 April di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
"Iya, itu yang sudah teridentifikasi sebagai pelaku pemukulan," kata Zulpan kepada wartawan, Senin (11/4).
Sementara Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, identitas pelaku berhasil dilacak berkat data saintifik yang dimiliki kepolisian.
ADVERTISEMENT
"Nama-nama tersebut berdasarkan hasil identifikasi dari hasil kajian scientific yang dilakukan Ditreskrimsus dengan kerja sama dengan Ditreskrimum untuk mengumpulkan itu," jelas Tubagus kepada wartawan, Selasa (12/4).

Try Setia Budi Bukan Pelaku Pengeroyokan

Dua Kali Polisi Keliru Identifikasi Pengeroyok Ade Armando (65070)
zoom-in-whitePerbesar
Terduga pelaku pengeroyokan Ade Armando. Foto: Dok. Istimewa
Namun salah seorang terduga pelaku, yakni Try Setia Budi Purwanto, ternyata tak ada di lokasi demo saat pengeroyokan terjadi. Saat kejadian Try sedang berada di Lampung.
Hal tersebut dibenarkan Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna. Ia menyebut, pihaknya telah memeriksa Try di kediamannya. Dari sana, akhirnya diketahui bahwa Try tak ikut demonstrasi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Sudah kita periksa yang bersangkutan (Try Setia Budi Purwanto) dan saksi bahwa benar yang bersangkutan kemarin berada di Way Kanan seharian,” ungkap Kapolres Way Kanan, dikutip dari Lampung Geh-partner 1001 media kumparan-Selasa (12/4).
ADVERTISEMENT
Padahal sebelumnya, identitas Try sempat ramai beredar di media sosial. Dia dituding sebagai pelaku pengeroyokan Ade Armando.
Try sendiri ikut membantah keterlibatannya dalam pengeroyokan tersebut. Dalam sebuah video, Try mengatakan pada saat demo berlangsung, ia tidak sedang berada di Jakarta, melainkan dirinya tengah berada di Kabupaten Way Kanan, Lampung.
“Untuk rekan-rekan yang ada di seluruh Indonesia, saya Try Setia Budi Purwanto yang sudah diberitakan bahwa saya ikut memukul melakukan pengeroyokan terhadap salah satu Anggota Dewan DPR RI (Ade Armando) yang barusan terjadi di Jakarta itu tidak benar. Foto-foto dan alamat saya yang sudah beredar bahwa itu juga tidak benar,” ucap Try.

Abdul Manaf Tak Terlibat Pengeroyokan

Dua Kali Polisi Keliru Identifikasi Pengeroyok Ade Armando (65071)
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers perkembangan penanganan kasus Ade Armando di Polda Metro Jaya, Rabu (13/4). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Satu lagi terduga pelaku yang rupanya tak terlibat aksi pengeroyokan dan berada di lokasi demo 11 April. Ia adalah Abdul Manaf, asal Karawang, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, Abdul Manaf ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Usai diperiksa polisi memastikan dia tidak terlibat aksi pengeroyokan itu.
Zulpan mengungkapkan, kesalahan ini terjadi akibat teknologi face recognition yang digunakan pihaknya tidak akurat. Untuk diketahui, data face recognition itu dilakukan berdasarkan data rekaman CCTV dan video yang diperoleh polisi.
"Berdasarkan penggunaan teknologi face recognition Polda Metro tingkat akurasinya pada saat itu belum 100 persen, Abdul Manaf, karena orang yang kita duga pelaku itu menggunakan topi sehingga begitu topinya dibuka tingkat akurasinya tidak 100 persen," ungkap Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/4).
Kesaksian Abdul Manaf sendiri juga dikuatkan oleh kesaksian teman dekat dan tetangga, yang menyebut bahwa pria tersebut ada di rumahnya saat demo terjadi.
ADVERTISEMENT
Padahal sebelumnya, polisi menyebut Abdul Manaf sebagai tersangka pengeroyokan Ade Armando. Zulpan bahkan menunjukkan fotonya dan meminta dia menyerahkan diri ke polisi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020