Edhy Prabowo Diduga Sewakan Apartemen untuk Sekretaris Pribadinya, Putri Elok

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

KPK menduga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menggunakan uang suap untuk menyewakan beberapa unit apartemen. Namun penyewaan apartemen itu diduga untuk orang lain.

Salah satunya untuk seorang saksi bernama Putri Elok. Hal itu didalami dari pemeriksaan Putri Elok yang dilakukan KPK pada Rabu (17/2).

"Didalami pengetahuannya terkait adanya penyewaan unit apartemen oleh Tersangka AM (Amiril Mukminin) atas perintah Tersangka EP (Edhy Prabowo)," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (18/2).

Amiril Mukminin ialah Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo yang diduga mengelola uang suap dari para eksportir benih lobster.

Tersangka pihak swasta Amiril Mukminin usai ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan kasus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Menurut informasi yang diperoleh kumparan, Putri Elok pun merupakan sekretaris pribadi Edhy. Apartemen yang dimaksud tengah didalami KPK pun diduga disewakan Edhy untuk Putri Elok.

KPK menduga pembayaran sewa apartemen bersumber dari suap eksportir yang dapat kuota ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Adapun sumber uang untuk penyewaan apartemen tersebut diduga berasal dari para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benur di KKP," ucap Ali.

kumparan post embed

Sebelumnya, memang muncul dugaan bahwa Edhy menyewakan apartemen dan membeli mobil untuk sejumlah pihak. Sumber kumparan menyatakan, apartemen dan mobil itu diberikan kepada sejumlah perempuan.

Edhy Prabowo sudah mengakui bahwa memang dirinya menyewakan apartemen. Ia mengakui menyewakan apartemen di Kalibata City untuk dua orang perempuan yang merupakan atlet bulu tangkis.

Namun, ia berkilah bahwa hal tersebut terjadi sejak 2010. Sebelum ia menjabat posisi menteri dan kasus ini mencuat.

Suap Izin Ekspor Benih Lobster

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo usai dihadirkan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11) dini hari. Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima suap dari beberapa calon eksportir benih lobster. Nilai suapnya diduga hingga miliaran rupiah.

Edhy melalui staf khususnya, Safri dan Andreau Pribadi Misanta, diduga mengarahkan para calon eksportir untuk menggunakan PT Aero Citra Kargo (ACK) bila ingin melakukan ekspor benih lobster.

Adapun PT ACK merupakan satu-satunya forwarder ekspor benih lobster yang sudah disepakati dan dapat restu dari Edhy. Sehingga, sejumlah perusahaan eksportir benih lobster harus menggunakan jasa PT ACK dengan tarif Rp 1.800 per benih.

Perusahaan-perusahaan yang berminat pun kemudian mentransfer uang kepada PT ACK. Total terdapat Rp 9,8 miliar dalam rekening perusahaan yang diduga dikendalikan Edhy Prabowo itu. Diduga dari uang tersebutlah, suap untuk Edhy dkk diberikan.

kumparan post embed

Uang yang terkumpul diduga digunakan untuk kepentingan Edhy, salah satunya untuk keperluan belanja barang mewah saat berada di Hawaii, Amerika Serikat.

Ia diduga menerima uang Rp 3,4 miliar melalui kartu ATM yang dipegang staf istrinya. Selain itu, ia juga diduga pernah menerima USD 100 ribu yang diduga terkait suap. Adapun total uang dalam rekening penampung suap Edhy Prabowo mencapai Rp 9,8 miliar.

Salah satu yang diduga pemberi suap ialah Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito. Ia menjadi tersangka pertama dalam kasus ini yang menjalani persidangan. Dalam dakwaannya, ia disebut menyuap Edhy sebesar Rp 2,1 miliar untuk dapat izin ekspor benih lobster.