Fotografi Lanskap: Hitam-Putih Tak Selamanya Kelam

Sawah hijau segar menghampar, langit biru cerah bersaput awan menggantung, cahaya jingga menerobos langit sore, semua pemandangan memukau itu tentu kerap membuatmu ingin “menangkap”-nya dalam satu jepretan kamera.
Mengabadikannya. Karena dunia penuh ketakbadian.
Satu momen untuk selamanya. Begitulah selembar foto.
Photography takes an instant out of time, altering life by holding it still.
Jadi, alangkah indahnya jika warna yang tertangkap lensa kameramu dipertajam dengan menambahkan saturasi --tingkat kepekatan warna-- di aplikasi editing foto.

Tapi, di balik warna-warni potret pemandangan dunia, ada pula karya fotografer lanskap atau lanskaper yang bernuansa hitam-putih.

Bayangkan foto pegunungan beserta hamparan sawahnya yang tak hijau royo-royo, namun pudar jadi kelabu.
Apakah menurutmu hal tersebut tak menarik? Ah, belum tentu. Coba lihat foto berikut.

Bagus, kan? Foto itu karya Ansel Adams, fotografer asal California, Amerika Serikat.
Sebelum menjadi fotografer, Ansel ialah pianis. Ia lalu memutuskan berubah haluan menjadi lanskaper, dan memulai karier fotografi lanskapnya tahun 1920.

Di Indonesia, salah satu lanskaper yang aktif yaitu Alfin Tofler. Dia mantan wartawan yang kini bergelut di jasa fotografi.
Tahun lalu, 2016, ia memilih tema hitam-putih di akun Instagram-nya, sehingga seluruh foto pemandangan yang ia ambil sepanjang tahun itu hanya terdiri dari dua warna: hitam dan putih.
Alfin semula skeptis terhadap foto lanskap black and white atau istilah singkatnya, B&W.
“Dulu gue mikir ngapain B&W. Kamera sekarang sudah berwarna, sudah canggih, malah dibikin B&W,” kata lelaki 29 tahun itu.
Pandangan Alfin tersebut diperkuat dengan pemikiran salah satu panutannya, fotografer asal Bandung.
“Lo ngapain B&W, mata lo bukan mata B&W. Lo mata warna, terusin aja di warna,” kata Alfin, menirukan ucapan seniornya saat itu.
Namun pemikiran non-B&W tersebut langsung runtuh setelah Alfin bertemu Hengki Koentjoro, seniman asal Bali. Hengki ialah penganut fotografi lanskap fine art --fotografi yang mengajak penikmatnya untuk berpikir makna di balik suatu karya.
Menurut Alfin, fotografi lanskap terbagi menjadi dua jenis tipe orang, yakni fine art dan komersial atau pictorial.
“Pictorial itu yang segalanya harus bagus, dikemas dengan bagus. Kalau ada anak kecil (sebagai objek), anak kecilnya harus kelihatan jelas (dalam potret). Kalau lo foto orang tua, orang tuanya harus kelihatan jelas. Dipakein flash kek, nggak mau tahu harus kelihatan bagus. Kalo fine art penafsiran dia sendiri,” kata Alfin saat berbincang santai dengan kumparan (kumparan.com) di Jakarta Selatan, Senin (13/3).
Perbedaan lanskaper warna dengan B&W salah satunya ada pada imajinasi. Lanskap berwarna lebih menegaskan suatu cerita dalam foto, sedangkan lanskap B&W lebih mengajak para penikmat untuk mengartikan sendiri makna yang terkandung di foto.
Bagi lanskaper B&W, warna hijau dalam objek foto dapat dibayangkan menjadi abu-abu atau hitam. Tentu dibutuhkan proses untuk berimajinasi seperti itu.
“Makanya, kalau orang B&W ngelihatnya juga B&W. Selama setahun, gue memaksakan diri untuk melihat apapun menjadi B&W karena gue yakin, gue pasti butuh itu. Gue ngeliat pattern dan hal-hal lain,” kata Alfin.
Hal lain yang patut diperhatikan yaitu sistem zona foto B&W, yakni komposisi warna B&W berupa rentangan angka dari 0 sampai 9. Zona ini diusung oleh Ansel Adams, Bapak Fotografi Lanskap. (Baca: )
Dalam sistem zona foto, angka 0 menandakan warna hitam, dan makin tinggi angkanya, menujukkan warna semakin putih.
Jadi, selembar foto tidak saklek berwarna putih atau hitam saja. Terdapat gradasi warna sehingga foto terasa “hidup”.

Cara Alfin memotret foto lanskap B&W terkadang sudah diatur, misal kamera disiapkan pada mode B&W, atau ia memotret dengan warna dulu kemudian diedit.
Untuk itu, aplikasi wajib yang ia gunakan dalam editing foto adalah Adobe PhotoShop, Adobe Lightroom (LR), Snapseed.
“Pake Snapseed atau LR lebih sering. Gue kan udah beli di PC. Jadi di hape gratis (aplikasi serupa). Apa yang gue edit di hape, sinkron ke PC,” kata pria lulusan Sastra Inggris Universitas Padjajaran itu.
Alfin tak menutup kemungkinan untuk memotret B&W di luar pemandangan alam.
Salah satu karya B&W Alfin yang menonjol ialah foto gedung Bank UOB.
Apa kamu masih ragu untuk menjajal memotret lanskap ala B&W? Tak ada ruginya kok, malah bisa jadi kemampuan fotografi kamu akan meningkat.
Black and white are the colors of photography. To me, they symbolize the alternatives of hope and despair to which mankind is forever subjected.
Jangan lewatkan juga yang berikut
