Golkar Buka Pendidikan Politik, Minta Kader Tak Tinggalkan Rakyat

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di acara pembukaan Pendidikan Politik Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (30/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di acara pembukaan Pendidikan Politik Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (30/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Partai Golkar mengadakan acara pendidikan politik untuk kader-kadernya. Acara dibuka Wakil Ketua Dewan Pembina Golkar, Sharif Cicip Soetarjo.

Dalam sambutannya, Sharif mengingatkan kader Golkar harus ikut serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu mereka tidak boleh meninggalkan rakyat.

"Kami ingin mengingatkan juga kepada semua, utamanya kader Golkar, bahwa artinya gol pembangunan ekonomi adalah peningkatan kesejahteraan rakyat. Jangan sekali-kali meninggalkan rakyat. Kader Partai Golkar harus bersama rakyat, hidup dengan rakyat dan berjuang bersama rakyat," kata Cicip di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11).

Pembukaan acara tersebut juga dihadiri oleh elite DPP Golkar, di antaranya Yahya Zaini dan Ace Hasan Syadzily.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Cicip Soetardjo resmi membukan Pendidikan Politik Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (30/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Cicip meminta para kader Golkar memperjuangkan program-program kesejahteraan rakyat, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kader Golkar juga diminta menyuarakan kebenaran terkait kondisi kesejahteraan rakyat di lapangan.

"Alokasi APBN dan APBD harus diarahkan untuk sebesar-besarnya program yang memiliki dampak langsung dan besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat," tegas Cicip.

Dia mengingatkan kompetisi ekonomi ke depan adalah daya saing. Maka itu, sumber daya manusia di Indonesia harus ditingkatkan sehingga bisa menghasilkan inovasi yang bernilai ekonomi.

"Keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri harus diperkuat. Saya setuju dengan apa yang telah direncanakan oleh Menteri Pendidikan kita yang baru ini, di mana desain kurikulum dan kebutuhan industri harus disiapkan dan dirumuskan untuk menghindari semakin membesarnya pengangguran lulusan vokasi dan perguruan tinggi," kata Cicip.

Suasana di acara pembukaan Pendidikan Politik Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (30/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Untuk meningkatkan daya saing, kata dia, juga perlu memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan itu tidak hanya di bidang pendidikan, tapi juga dunia kerja.

"Saya meyakini kalau secara konsisten menjalani ekonomi Pancasila berdasarkan catur sukses arah kebijakan pembangunan Golkar ini tidak hanya membuat Partai Golkar semakin dicintai rakyat Indonesia, tapi Partai Golkar akan mampu tradisi sebagai partai politik yang selalu hadir dan mewarnai perjalanan ekonomi Indonesia," tutup Cicip.

kumparan post embed