HLUN 2026, Layanan Sosial Terpadu Kemensos Jangkau Ratusan Lansia di Tangerang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peringati HLUN 2026, Kemensos gelar bakti sosial terpadu mulai dari operasi katarak hingga khitanan massal di Tangerang, Kamis (4/6/2026). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Peringati HLUN 2026, Kemensos gelar bakti sosial terpadu mulai dari operasi katarak hingga khitanan massal di Tangerang, Kamis (4/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 terus diisi dengan berbagai layanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kementerian Sosial melalui Sentra Mulya Jaya Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lanjut Usia Husnul Khotimah Islamic Village menggelar Bakti Sosial Terpadu di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kompleks LKS Lanjut Usia Husnul Khotimah, Islamic Village, tersebut menjangkau 449 Penerima Manfaat (PM) dengan total nilai bantuan dan layanan mencapai Rp 924.998.678.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud hadirnya negara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan yang selama ini kerap luput dari perhatian.

“Kementerian Sosial terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat. Baik itu dalam bentuk bantuan sosial, ATENSI, intervensi, maupun penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Semuanya dalam rangka memuliakan saudara-saudara kita yang selama ini tidak terjangkau, kita lupakan, tidak pernah kita toleh,” kata Agus Jabo.

Agus Jabo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah hadir di tengah masyarakat dan memastikan persoalan sosial tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Kita harus selalu hadir berada di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang kemudian mendapatkan masalah, pimpinan-pimpinannya tidak mengetahui. Pada akhirnya karena kita lalai, kita abai, kemudian rakyat kita mendapatkan masalah yang berat,” ujarnya.

Agus Jabo hadir didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Suratna, Kepala Sentra Mulya Jaya Siti Indriasari, serta disambut Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Ketua Yayasan LKS Lanjut Usia Husnul Khotimah Istiqnan Helmy Nasution, Pembina Yayasan Islamic Village Islam Akbar Nasution, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang.

Kedatangan Agus Jabo disambut hadroh para santri Islamic Village. Suasana haru juga terasa saat acara dibuka dengan penampilan kolaborasi paduan suara yang melibatkan 11 lansia penghuni LKS Husnul Khotimah bersama para santri.

Agus Jabo menyampaikan penghargaan kepada pengelola Islamic Village yang selama puluhan tahun merawat anak-anak yatim dan lansia terlantar. Ia mengajak seluruh pihak memperkuat semangat gotong royong untuk memuliakan kelompok rentan.

“Mari kita bergotong royong, berkolaborasi untuk terus bisa memuliakan saudara-saudara kita yang rentan, saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kemensos menyalurkan berbagai bentuk bantuan dan layanan sosial. Di antaranya bantuan pemenuhan hidup layak bagi lansia, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan, bantuan kewirausahaan, alat bantu aksesibilitas, layanan operasi katarak, khitanan massal, sidang isbat nikah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program Pekerja Sosial Goes to School.

Agus Jabo menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.

“Ini semua adalah bentuk upaya dari pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan hak dasar warga negara,” katanya.

Selain penyerahan bantuan secara simbolis, Agus Jabo juga meninjau langsung berbagai layanan yang berlangsung di lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, layanan fisioterapi, donor darah, pembagian kacamata gratis, hingga khitanan massal.

Di ruang layanan kesehatan, Agus Jabo tampak berbincang dengan para lansia yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Ia juga mengunjungi panti lansia Husnul Khotimah dan bercengkerama dengan para penghuni yang sebagian besar merupakan lansia terlantar.

Peringati HLUN 2026, Kemensos gelar bakti sosial terpadu mulai dari operasi katarak hingga khitanan massal di Tangerang, Kamis (4/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Agus Jabo turut meninjau stan usaha penerima bantuan ATENSI kewirausahaan Kemensos. Salah satunya milik keluarga Sumarsih, warga Karawaci, Tangerang, yang memperoleh bantuan usaha es cincau.

Sumarsih mengaku kehidupan keluarganya mulai berubah setelah anaknya diterima di Sekolah Rakyat dan suaminya memperoleh bantuan usaha dari Kemensos.

“Tadinya saya sempat putus asa sekali, anak saya mau nerusin sekolah tapi terkendala biaya. Alhamdulillah dapat kabar dari pendamping PKH anak saya bisa daftar di Sekolah Rakyat,” katanya.

Ia mengatakan bantuan usaha yang diterima membuat pendapatan keluarga meningkat.

“Alhamdulillah sekarang jualannya ada kenaikan. Sebelumnya sehari-hari saya cuma dikasih uang Rp30 ribu sama Bapak, sekarang bisa Rp100 ribu sehari. Terima kasih Kemensos sudah membantu saya untuk berdaya, sekarang saya sudah graduasi dari bansos,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang Pranowo Hadi (61), warga Curug, Tangerang, mengaku terbantu setelah menerima alat bantu dengar dari Kemensos.

“Sehari-hari sulit mendengar, orang bicara tidak jelas. Untuk menangkap pembicaraan orang saya harus membaca gerakan bibirnya dulu. Setelah dapat bantuan ini lebih jelas saya mendengar orang bicara. Saya sangat berterima kasih sekali kepada Kemensos,” katanya.

Bakti Sosial Terpadu di Kabupaten Tangerang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HLUN 2026 yang sebelumnya dipusatkan di Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan tersebut, Kemensos ingin memastikan peringatan HLUN tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui layanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

“Saya berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung aktivitas sehari-hari, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan keluarga,” kata Agus Jabo.