ICW Kritik Komjen Firli: KPK Mencla-Mencle Tangani Kasus Harun Masiku

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pimpinan KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Senin (30/12). Foto: M Ltfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pimpinan KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Senin (30/12). Foto: M Ltfan Darmawan/kumparan

Indonesian Corruption Watch (ICW) mengkritik Ketua KPK Komjen Firli Bahuri karena dianggap tak memiliki sikap kepemimpinan tegas dalam menangani kasus dugaan suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang melibatkan eks caleg PDIP Harun Masiku.

“KPK justru saat ini menunjukkan sikap yang tidak seperti KPK yang dulu. Pimpinan KPK misalnya tidak menunjukkan kepemimpinannya,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhan, saat diskusi dengan tema ‘Menakar Legislasi Anti Korupsi di 2020’ di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (20/1).

"Misal dalam kasus Harun Masiku, kita tidak melihat, tidak ada Firli Bahuri di situ yang menjelaskan sikap-sikap kelembagaan yang jelas. Sekarang kan mencla-mencle sikap KPK saat ini," imbuhnya.

Diskusi soal Menakar Legislasi Anti Korupsi di 2020 di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020). Foto: Darin Atiandina/kumparan

Kurnia menilai, KPK tak menjelaskan secara detail kepada publik terkait kasus Harun Masiku.

“Publik yang mana dalam UU KPK, KPK bertanggung jawab kepada publik, tapi publik tidak mendapatkan informasi utuh tentang kasus ini,” sambungnya lagi.

Harun Masiku. Foto: Dok. Infocaleg

Kurnia melihat ketidaktegasan lembaga antirasuah itu saat gagal menyegel ruangan di Kantor DPP PDIP.

“Masa ruangan ketua MK bisa disegel, KPU bisa, tapi justru mungkin salah satu ruangan di kantor PDIP tidak bisa diperiksa KPK,” kata Kurnia.

Pimpinan KPK saat acara serah terima jabatan dan pisah sambut Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Menurut Kurnia, seharusnya KPK bekerja secara independen dan tak takut dalam menindak kasus korupsi. Ia juga meminta semua pihak untuk kooperatif dan tak menghalangi kerja KPK.

“Harusnya KPK tidak gentar menghadapi siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dan harusnya tidak ada pihak-pihak yang berupaya menyembunyikan atau menghalangi proses hukum yang sedang berjalan di KPK,” ujar Kurnia.

Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Selain itu, Kurnia juga menyayangkan sikap PDIP. Dia meminta agar PDIP membuktikan klaim soal ketidaklengkapan dokumen KPK sehingga menolak proses yang sedang dilakukan penyelidik.

“Kalau memang menurut PDIP tidak jelas, sebutkan saja dokumen apa yang tidak ada. Lagian ini konteksnya masih penyelidikan kan harapannya bisa kooperatif,” ujar Kurnia.

Hingga saat ini, KPK belum menangkap Harun Masiku karena keberadaannya tak diketahui. Santer terdengar Harun Masiku berada di Singapura sebelum OTT terjadi. KPK pun telah berkoordinasi dengan Polri dan Ditjen Imigrasi untuk mencari Harun Masiku.

kumparan post embed