News
·
17 Oktober 2020 12:15

Kecelakaan Beruntun Truk Tabrak Motor di Puncak, 5 Orang Tewas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kecelakaan Beruntun Truk Tabrak Motor di Puncak, 5 Orang Tewas (223992)
Polisi gelar olah TKP kecelakaan beruntun di Puncak. Foto: Dok. Istimewa
Kecelakaan beruntun truk menabrak motor terjadi di Jalan Raya Umum Puncak di Kampung Sampay RT, 03/02 Desa tugu Utara, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam kecelakaan itu, 12 orang menjadi korban, 5 di antaranya tewas.
ADVERTISEMENT
"Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak Bogor yang melibatkan kendaraan truk dengan mobil grand max dan tiga kendaraan sepeda motor," kata Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Eddy Djunaedi, di lokasi kejadian.
Eddy mengatakan, kecelakaan bermula saat kendaraan truk melaju dari arah Puncak menuju ke arah Jakarta. Pengemudi truk hilang kendali melewati jalur berlawanan dan menabrak dua motor serta mobil Grand Max.
"Setelah menabrak itu, masih turun (melaju) kendaraan truk berhenti di sebelah kanan dan grand max menabrak sepeda motor," katanya.
Akibat kecelakaan beruntun ini, kata Eddy, lima orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan lima orang luka ringan.
Kecelakaan Beruntun Truk Tabrak Motor di Puncak, 5 Orang Tewas (223993)
Lokasi kecelakaan beruntun di Puncak. Foto: Dok. Istimewa
Korban meninggal adalah sopir truk serta 4 orang pengendara motor.
ADVERTISEMENT
"Semua korban ada di Rumah Sakit RSPG Cisarua. Tindakan yang kita ambil olah TKP, bersama Polres Bogor, kita mem-back up dari pelaksanaan traffic analis sejauh mana kecelakaan kendaraan beruntun ini terjadi. Mudah-mudahan hasilnya tidak begitu lama kita bisa melihat secara jelas rangkaian kejadian kecelakaan tersebut," katanya.

Kecelakaan Diduga Terjadi karena Rem Blong

Kecelakaan Beruntun Truk Tabrak Motor di Puncak, 5 Orang Tewas (223994)
Polisi gelar olah TKP kecelakaan beruntun di Puncak. Foto: Dok. Istimewa
Kecelakaan ini diduga karena truk yang mengalami rem blong. Namun, polisi masih memastikan penyebab kecelakaan itu.
"Kita masih melakukan pemeriksaan setelah itu kita melakukan analisa-analisa sehingga kita mendapatkan suatu keterangan yang lebih jelas akibat apa kecelakaan beruntun ini terjadi," katanya.