KJRI Jeddah: Proses Lobi Umrah ke Arab Saudi Masih Berlangsung

Mulai pekan ini, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyetujui penggunaan vaksin Sinovac dan Sinopharm.
Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia divaksinasi dengan vaksin Sinovac, kabar ini menjadi angin segar bagi RI untuk bisa kembali mengirimkan jemaah umrah.
Meskipun kendala vaksin sudah bisa ditanggulangi, ternyata Arab Saudi masih belum menerima jemaah umrah asal Indonesia. Kabar ini dikonfirmasi Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali.
Menurut Endang, hingga kini Indonesia masih berupaya melobi pemerintah Arab Saudi.
Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan perwakilan Kemlu RI saling bekerja sama dalam proses ini.
“Kita masih terus melakukan koordinasi dan melobi agar dapat dicabut suspend-nya dan agar umrah kembali dibuka,” ujar Endang Jumali kepada kumparan, Sabtu (28/8).
“Semua stakeholder tentunya melakukan hal itu baik Kemenag, Kemenkes, Kemlu, juga di perwakilan di Saudi seperti KJRI dan KBRI. Kami [KJRI] sudah melakukan lobi dengan Deputy Umrah, Kemenkes Saudi, dan instansi yang lainnya,” lanjut dia.
Endang menjelaskan, dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi, ada 3 poin penting yang menjadi perhatian Arab Saudi, yakni vaksin COVID-19; suspend atau penangguhan; serta penanganan COVID-19 negara pengirim jemaah.
“Terkait vaksin, sudah ada kebijakan baru tentang boleh masuknya penerima Sinovac dengan tambahan booster [dosis ketiga]. Tinggal ada dua hal penting, yaitu suspend dan penanganan COVID,” jelas Endang soal proses lobi Umrah Indonesia.
Saat ini, yang menjadi ganjalan Indonesia mengirimkan jemaah umrah karena larangan penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi (suspend) masih belum dicabut.
“Intinya, untuk Indonesia masih di-suspend untuk terbang langsung. Untuk jemaah umrah sama sekali tidak atau belum dibuka aksesnya. Jadi kalaupun ada alasan ‘bisa transit di negara ketiga’, tidak mungkin karena visa Umrah atau e-Umrah masih ditutup,” lanjutnya.
Selain itu, menurutnya, Arab Saudi masih menunggu penanganan dan situasi COVID-19 di Indonesia untuk membaik terlebih dahulu, sebelum bisa membuka akses umrah dan mencabut suspend Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu dari 13 negara yang masih kena suspend atau travel ban Arab Saudi. Dengan adanya larangan ini, warga negara ini tidak diizinkan melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi dan harus transit terlebih dahulu.
12 negara lain yang senasib adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.
Travel ban ini berlaku sejak awal Februari 2021 karena tingginya kasus corona di negara-negara tersebut. Tetapi, larangan ini sudah dilonggarkan khusus bagi Mukimin atau pemegang izin tinggal Arab Saudi.
Seperti diketahui, Arab Saudi baru saja mengeluarkan izin penggunaan dua vaksin produksi China, Sinovac dan Sinopharm.
Jadi, mereka yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin-vaksin tersebut dapat memasuki Arab Saudi, dengan catatan harus mendapatkan suntikan dosis ketiga (booster) dengan empat vaksin yang sudah disetujui Kerajaan Saudi.
Keempat jenis vaksin COVID-19 itu adalah AstraZeneca, Pfizer/BioNTech, Johnson & Johnson, dan Moderna.
"Saat ini sangat mungkin bagi mereka yang sudah menyelesaikan program vaksinasi dengan Sinopharm dan Sinovac diterima di Kerajaan, asalkan mereka juga menerima suntikan dari vaksin yang sudah disetujui di negara ini," kata Kemenkes Arab Saudi seperti dikutip dari Arab News.
