Koalisi PKB-Gerindra: Tak Akan Bubar; Sebut Jokowi Senang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muahimin Iskandar.  Foto: PKB
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muahimin Iskandar. Foto: PKB

Gerindra dan PKB telah sepakat berkoalisi di Pemilu 2024 mendatang. Meski begitu kedua partai itu belum menentukan siapa yang bakal maju sebagai capres dan cawapres.

Kedua partai masih menginginkan masing-masing ketum yakni Prabowo dan Cak Imin maju sebagai capres.

Waketum PKB Jazilul Fawaid mengatakan menurut sumber tepercaya, Presiden Jokowi sangat senang dengan koalisi yang dibentuk PKB dan Gerindra.

"Menurut informasi, Pak Jokowi sangat senang, PKB koalisi dengan Gerindra. Saya enggak tahu informasinya dari mana, tapi informasinya menurut saya A1," kata Jazilul di Gedung DPR, Senayan, Jumat (2/9).

kumparan post embed

Prabowo Capres Tunggal Gerindra

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2022 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Meski koalisi PKB-Gerindra belum menentukan siapa capres dan cawapresnya, tapi Gerindra telah mengokohkan Prabowo Subianto sabagai cares tunggal mereka. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bahkan mempersilakan kader Gerindra yang tak setuju dengan hal ini keluar dari parpol.

“Jika ada kader Gerindra yang tidak ingin ikut rombogan kereta. Saya minta untuk turun sebelum kereta ini jalan,” kata Muzani saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Lumajang dikutip dari rilisnya, Jumat (2/9).

Ia lalu mengingatkan, setiap kader Gerindra telah menyatakan sikapnya dalam Rapimnas Partai Gerindra bahwa capres Gerindra hanyalah Prabowo Subianto.

“Gerindra dan PKB sudah menandatangani nota koalisi. Kereta ini sebentar lagi akan jalan. Masinisnya Gerindra dan PKB. Maka keputusan Rapimnas yang dihadiri oleh semua ranting, PAC, DPC, dan DPD menyatakan bahwa capres Gerindra hanya satu, capres Gerindra tunggal. Artinya tidak ada nama lain kecuali Prabowo Subianto,” tegas Muzani.

kumparan post embed

PKB Yakin Koalisi Tak Bubar Meski PDIP Gabung

Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyampaikan pidatonya usai penandatanganan pakta integritas dan penyerahan form Model B.1-KWK Parpol bagi calon kepala daerah dari PKB di Jakarta, Senin (24/8). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid tak mempersoalkan rencana pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Ia memastikan koalisi PKB dan Gerindra tetap solid.

"Kalau dengan Gerindra kami yakin tidak akan bubar, kenapa yakin? Pertama baru bertemu, kedua Pak Prabowo jenderal, enggak mungkin dia main-main. Sudah nyalon 4 kali masa masih mau main-main," ujar Jazilul di Gedung DPR Senayan, Jumat (2/9).

Lebih lanjut, Jazilul juga mengatakan tak masalah apabila PDIP bergabung dengan koalisi PKB dan Gerindra. Namun ia mengingatkan, siapa pun yang ingin bergabung tak boleh mengubah kesepakatan yang lebih dulu dibuat PKB dan Gerindra.

kumparan post embed

PKB Santai Elektabilitas Cak Imin Rendah

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di acara 10 Tahun Forum Pemred, Jumat (5/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid tak khawatir soal elektabilitas rendah Ketua Umum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) jelang Pilpres 2024. Sebab menurutnya, sejumlah tokoh yang elektabilitasnya tinggi seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo pun belum memiliki tiket partai untuk maju di Pilpres 2024.

"Masuk 10 besar, di SMRC masuk 7 besar. Ya, kita kerja terus, bekerja tidak berdasarkan elektoral saja. Yang penting apa yang menjadi mandat kuat dari PKB, terus kita jalankan. Masih panjang, kok," kata Jazilul di Gedung DPR RI Senayan, Jumat (2/9).

"Masih panjang. Banyak yang tingginya elektoral, ada, tapi enggak punya partai. Apa gunanya?" tambahnya.

Menurut Jazilul, Cak Imin hanya perlu meningkatkan elektoral karena sudah pasti didukung PKB untuk maju di pilpres. Ia yakin jika PKB menggencarkan kerja partai, elektabilitas Cak Imin akan naik.

kumparan post embed