Luhut Optimistis Jakarta dan Bali Capai Herd Immunity September 2021

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019).
 Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Koordinator PPKM Darurat sekaligus Menko Marves, Luhut B Pandjaitan, optimistis kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap COVID-19 di Indonesia bisa tercapai jelang akhir 2021. Bahkan, ia memperkirakan kekebalan kelompok di DKI Jakarta dan Bali sudah bisa tercapai pada September tahun ini.

"Ya kalau saya pikir mestinya bisa [capai kekebalan kelompok akhir tahun]. Kalau seperti Jakarta dengan Bali bisa mungkin September. Kan [tergantung] jumlah vaksin aja," kata Luhut dalam diskusi virtual di KompasTV, Selasa (20/7).

"Jakarta vaksinnya sudah mendekati 70%. Jadi saya kira dalam bulan depan bisa [tercapai herd immunity]. Bali sudah 80%, jadi sudah cukup," imbuh dia.

embed from external kumparan

Menurutnya, kini vaksinasi hanya perlu lebih dimasifkan lagi di daerah sekitar Jakarta dan wilayah aglomerasi di Pulau Jawa. Kalau cakupan vaksinasi di daerah-daerah tersebut sudah tercapai, ia yakin ini akan memberi dampak positif di daerah lainnya. Sehingga kekebalan kelompok bisa cepat tercapai secara nasional.

"Jadi sekarang aglomerasi-aglomerasi Jakarta, sekitarnya, Bodetabek lah, kita harus bikin [percepatan vaksinasi]. Bogor, Depok, kemudian Bandung Raya, Solo Raya, Semarang, Surabaya, Malang. Nah, simpul-simpul utama itu kita selesaikan supaya mengembangkan ke luar," tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menargetkan lebih dari 2 juta dosis suntikan vaksin corona per hari. Bahkan ia yakin vaksinasi COVID-19 di Indonesia per harinya bisa mencapai hingga 5 juta dosis.

"Artinya, kirim, habiskan. Kirim habiskan, kirim habiskan. Karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya. Dan terbukti 2 sampai 3 hari yang lalu kita sehari bisa penyuntikan 2,3 juta, saya yakin 5 juta itu bisa," kata Jokowi dalam pengantar rapat kabinet 16 Juli 2021 yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden.