Menkes: Belum Ada Manfaat Ganja untuk Kesehatan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ganja bisa digunakan untuk keperluan medis (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ganja bisa digunakan untuk keperluan medis (Foto: Thinkstock)

Fidelis Ari Sudarwoto menanam ganja untuk obat istrinya yang menderita sakit Syringomyelia. Itu merupakan penyakit yang menyerang sumsum tulang belakang ditandai dengan munculnya kista.

Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, walau digunakan untuk pengobatan, menanam ganja tetap tidak boleh dilakukan. Sebab penggunaan narkotika untuk kesehatan harus benar-benar diawasi dan sesuai kadarnya.

"Kalau untuk menghilangkan rasa sakit, kita kalau sudah sampai top betul, pakai morfin kan. Memang betul morfin dipakai di dunia kedokteran, tetapi kami harus mengawasi. Jadi kalau saya misalkan kasih pasien saya, saya minta itu, tercatat saya," kata Nila usai rapat terbatas persiapan Idul Fitri di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/4).

"Jadi artinya dengan jumlah siapa yang ngambil itu tercatat. Jadi artinya saya enggak bisa berlebihan membeli dengan seenaknya, berarti itu tidak benar. Tapi itu morfin ya," lanjut dia.

Baca juga: Ekstrak Ganja untuk Istri dan Undang-Undang yang Harus Ditegakkan

Nila belum tahu apakah ganja dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Walau sebenarnya efek dari mengkonsumsi ganja dapat membuat penggunanya kehilangan kesadaran sesaat.

"Untuk ganja menurut saya belum tentu sama, tapi dalam hal ini barangkali. Nah, ini saya juga belum bisa (menjelaskan), ganja kan bisa membuat seperti fly ya, jadi artinya lupa akan rasa sakit dan sebagainya," ucap Nila F Moeloek.

Ditambahkan Nila, ganja bukan untuk mengobati namun mengurangi rasa sakit. Demikian juga dengan morfin.

"Kita sudah variatif namanya itu. Kita berikan tentu antisakit yang betul-betul kuat. Dalam hal ini mungkin tidak cukup lagi, misalnya contoh, paracetamol, enggak mungkin. Mungkin untuk menghilangkan itu sementara dia berpikir enggak sakit. Saya rasa nanti takutnya dia addict. Kalau kita ada keterbatasan," imbuhnya.

Saat ini Kemenkes sedang melakukan penelitian soal manfaat ganja bagi dunia medis.

"Ya silakan. Tapi belum (diteliti) nanti saya cek. Tapi menurut saya belum ya. Dan saya bilang tidak batasannya menghilangkan rasa sakit," tutur Nila F Moeloek.

Baca juga: Kepala BNN: Tak Ada Maaf Bagi Fidelis yang Menanam Ganja untuk Obat