Modus Pungli di Tanjung Priok: Kedok Pengamanan, Hingga Rusak Truk Tak Berstiker
·waktu baca 1 menit

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membeberkan modus operandi pelaku pungli di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejauh ini, polisi telah menangkap 4 kelompok besar yang merajai pungli terhadap 206 perusahaan jasa angkutan.
Fadil mengatakan, dalam menjalankan aksinya, 4 kelompok pungli ini menawarkan jasa pengamanan ke perusahaan jasa angkutan. Bila tak terjadi kesepakatan kerja sama, truk kontainer yang masuk Tanjung Priok akan dirusak preman bayaran.
“Mendatangi sopir dan jasa angkutan apabila ingin aman dari gangguan kelompok di jalan, dari gangguan asmoro (preman) maka sebaiknya mereka bergabung,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/6).
Fadil menuturkan, setiap truk yang sudah membayar ke kelompok tersebut akan diberi stiker. Sedangkan truk yang tidak membayar akan diganggu preman.
Para preman tersebut, kata Fadil, telah berkoordinasi dengan kelompok pungli berkedok jasa keamanan. Bahkan 4 kelompok tadi membayar sejumlah uang ke preman yang berada di kawasan Tanjung Priok.
“Untuk memuluskan aksinya mereka ini menyuruh preman yang disebut asmoro untuk melakukan tindakan kriminal. Merampas HP, mencuri, memeras dengan modus operandi jual minuman Aqua dengan harga tinggi, serta melakukan pengrusakan terhadap kendaraan yang belum pasang stiker,” ujar Fadil.
Untuk menghindari hal ini terus berlanjut, polisi akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Salah satunya dengan membangun sistem keamanan transportasi.
“Langkah selanjutnya membangun komunikasi sinergi dengan seluruh elemen, stakeholder yang punya kepentingan ekspor-impor mulai dari pabrik hingga pelabuhan. Kami ingin agar sistem transportasi seperti gear sistem,” ucapnya.
