Pengakuan Napiter Imam Mulyana: Saya Menyesal Simpan 35 Kg Bom, Sadar Itu Bahaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Napiter Imam Mulyana. Foto: Dok istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Napiter Imam Mulyana. Foto: Dok istimewa

Napi tindak pidana terorisme Imam Mulyana memilih mengungkap rahasianya ke Densus 88 soal 35 kg bahan baku bom yang disimpan di Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat.

Bahkan Imam terlibat langsung dalam pencarian letak bom itu di hutan lebat Gunung Ciremai bersama Densus 88.

Imam mengaku menyesali perbuatannya yang telah mengancam nyawa banyak orang. Dia juga bersyukur bom itu tak jatuh ke tangan orang lain.

“Setelah saya menyadari begitu berbahayanya barang tersebut sehingga bagaimana terjadinya bila barang tersebut didapat oleh orang yang tidak baik apalagi dipergunakan untuk melakukan tindakan kejahatan,” kata Imam lewat keterangannya, Rabu (6/10).

Ilustrasi bom. Foto: Shutter Stock

Akan ada beberapa banyak jiwa dan kerusakan yang akan terjadi gitu. Maka saya merasa menyesal.

--Napiter Imam Mulyana

Imam bersyukur dapat pencerahan dari Densus 88. Dia juga memilih menyerahkan bom itu ke Densus 88 agar dipergunakan untuk kepentingan penyelidikan.

“Bersyukur barang itu dengan hakkul yakin saya serahkan kepada pihak yang berwenang pihak yang bisa menanganinya,” ujar Imam.

Terakhir, Imam memuji kesabaran Densus 88 yang terus membantunya dalam program deradikalisasi hingga proses pencarian bom di Gunung Ciremai.

“Tapi mereka dengan sabar dan ikhlas sampai akhirnya ditemukan dan diamankan,” tutupnya.