Polisi soal Motif Rumah Dukun di Jeneponto Dirusak: Ada Calon Pasien Meninggal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah dukun di Jeneponto Sulsel dirusak massa. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rumah dukun di Jeneponto Sulsel dirusak massa. Foto: Dok. Istimewa

Puluhan orang menyerang dan merusak sebuah rumah seorang dukun yang berada di Lingkungan Romanga, Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Senin (15/5) pagi.

Tak hanya membuat rumah tersebut hancur, massa juga melukai Ente (39), yang tak lain istri dari pemilik rumah.

Humas Polres Jeneponto, Aiptu Suryanto, mengatakan peristiwa itu terjadi karena adanya pasangan suami istri yang meninggal dunia di Jeneponto dalam waktu berdekatan. Massa mencurigai meninggalnya mereka ada kaitannya dengan dukun tersebut.

Rumah dukun di Jeneponto Sulsel dirusak massa. Foto: Dok. Istimewa

"Ada warga yang meninggal, tapi dikaitkan dengan dukun itu. Jadi mereka emosi lalu merusak rumah dan menganiaya korban (dukun)," kata Suryanto kepada kumparan, Senin (16/5) petang.

kumparan post embed

Suryanto mengaku, Ente membuka praktik perdukunan di rumahnya. Kemudian, pada Sabtu (14/5) kemarin, warga bernama Samani (58), mendatangi rumahnya dengan maksud untuk berobat. Tetapi, sebelum masuk ke rumahnya, Samani malah muntah darah dan langsung dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi, belum sempat diobati, malah sudah meninggal," ungkapnya.

Rumah dukun di Jeneponto Sulsel dirusak massa. Foto: Dok. Istimewa

Pasca-meninggalnya Samani, istrinya yang bernama Bulaeng (58), tiba-tiba mengeluh sakit pada perutnya. Kemudian, ia dilarikan ke Puskesmas. Tapi, Senin (16/5) pagi, Bulaeng meninggal dunia.

Meninggalnya suami-istri itu, membuat isu liar bermunculan. Isu itu menyebut bahwa, kematian suami-istri itu, karena pengaruh dukun tersebut. Sontak pihak keluarga Samani dan Bulaeng emosi dan menyerang rumah Ente.

"Pihak keluarga almarhum ini menganggap bahwa kedua orang tersebut [suami-istri] meninggal disebabkan oleh dukun itu. Dan sehingga, dengan spontan mereka pagi itu mendatangi rumah dukun dan melakukan pengerusakan dan penganiayaan," tandas Suryanto.