Polisi Ungkap Identitas Lain Wowon si Serial Killer: Aki Banyu
·waktu baca 3 menit

Wowon Erawan alias Aki (60), salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan berantai, ternyata memiliki identitas yang lain. Polisi menyebut, Wowon juga dikenal dengan nama Aki Banyu. Siapa dia?
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan, nama Aki Banyu tersebut ternyata merupakan sosok fiktif yang diperankan oleh Wowon.
Bahkan, kedua rekannya yakni Solihin alias Dullah (60) dan M. Dede Solehudin alias Dede (34) baru mengetahui bahwa Wowon adalah Aki Banyu saat mereka ditangkap polisi.
"Kita juga ada temukan modus yang lain, korban operandi daripada pelaku. Jadi ini cukup unik, ternyata tersangka Wowon ini berperan sebagai Aki Banyu. Selain atas nama Wowon, ternyata yang bersangkutan ini berperan sebagai Aki Banyu yang figur fiktif," kata Hengki kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/1).
Hengki mengatakan, Aki Banyu merupakan sosok yang dianggap sakral oleh Solihin (Duloh) dan Dede. Aki Banyu inilah yang ternyata memerintahkan para pelaku untuk melakukan pembunuhan terhadap para korban.
Dengan kata lain, segala pergerakan ketiga pelaku merupakan perintah dari Aki Banyu yang dianggap sebagai orang sakti.
"Aki Banyu ini yang memerintahkan untuk melakukan pembunuhan terhadap para korban. Jadi tokoh yang dianggap sakral yang sudah ditemui padahal itu Wowon. Bahkan tersangka Dulah dan Dede setelah sekian lama baru tahu bahwa itu adalah Wowon, ternyata pas ditangkap itu," ungkap Hengki.
Dulah dan Dede benar-benar tidak menyangka sosok di balik tokoh Aki Banyu merupakan rekan mereka sendiri.
"Sekarang pertanyaannya mengapa bisa terperdaya Dulah maupun Dede? Karena suaranya itu memang berbeda. Kenapa bisa berbeda? ternyata memang si Wowon ini profesi lain adalah seorang dalang, jadi suaranya bisa berubah berubah dipraktikkan pada saat pemeriksaan kemarin," kata Hengki.
Aki Banyu 'Perintahkan' Korban Loncat ke Laut
Satu lagi fakta menarik tentang sosok Aki Banyu yang diungkap polisi. Ternyata di balik kematian TKW bernama Siti di laut, ada 'perintah' dari Aki Banyu agar para korban terjun sendiri ke laut.
Hal itu, disebut sebagai bagian ritual dari penggandaan uang.
"Aki banyu ini yang memerintahkan untuk melakukan pembunuhan terhadap para korban, dan ternyata dalam modus untuk membunuh korban berkembang. Contohnya ada yang dicekik, diracun, kemudian untuk meraih kesuksesan harus menyeberang ke laut. Tapi salah satu saksi ada yang menyampaikan, 'pada saat itu saya disuruh di pinggir kapal-kapal, saya curiga akan didorong ke laut'. Dan ternyata saat kita konfirmasi ke tersangka benar. (Wowon berkata) 'saya memerintahkan, bila ingin sukses maka harus nyemplung ke laut'," jelas Hengki.
Dari pengakuan Wowon, terungkap lagi fakta lain bahwa Siti bukan didorong ke laut oleh Noneng (mertua Wowon), melainkan keduanya diperintahkan Wowon--yang berperan sebagai Aki Banyu--untuk terjun ke laut.
"Ternyata yang ada di Bali itu terjun ke laut bukan hanya Siti namun juga Noneng. Dan ini hasil konfirmasi kami dengan Polres Karangasem, kita terima laporan ternyata yang masuk (ke laut) ada dua," kata Hengki.
Namun penyelidikan masih akan terus berkembang. Polisi harus memadukan kesesuaian pengakuan tersangka dengan alat bukti.
"Kalau keterangan tersangka, kalau ingin meraih sukses silakan terjun ke laut, itu dari Aki Banyu. Dan pada saat kami tangkap, Hp yang atas nama Aki Banyu ini dipegang oleh Wowon," tutupnya.
