Polri Usut Temuan TGIPF soal Hilangnya Rekaman CCTV di Tragedi Kanjuruhan
·waktu baca 1 menit

Polri menyatakan bakal mengusut hilangnya rekaman CCTV dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Temuan soal adanya rekaman CCTV yang hilang itu diungkapkan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).
"Nanti penyidik yang cek dan dalami," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (19/10).
Sebelumnya, TGIPF menemukan kejanggalan pada CCTV yang merekam sudut-sudut tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Rekaman CCTV di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan tiba-tiba hilang, diduga dihapus selama 3 jam lebih.
Dalam keterangan temuan TGIPF itu, pergerakan awal rangkaian Barakuda yang akan melakukan evakuasi tim Persebaya dapat terekam melalui CCTV yang berada di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan itu.
"Tetapi rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik, kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit," begitu bunyi temuan TGIPF, dikutip dari Tugu Malang -- 1001 media partner kumparan.
"Hilangnya durasi rekaman CCTV menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi dan sedang diupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Mabes Polri," lanjutnya.
