Profil 3 Hakim yang Vonis 12 Tahun Juliari Batubara

24 Agustus 2021 13:29
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Eks Menteri Menteri Sosial Juliari P Batubara (tengah) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (21/4).  Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Eks Menteri Menteri Sosial Juliari P Batubara (tengah) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (21/4). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Sidang Juliari Batubara di Pengadilan Tipikor Jakarta sudah selesai. Mantan Menteri Sosial itu dinyatakan bersalah berbuat korupsi berupa menerima suap terkait bansos COVID-19.
ADVERTISEMENT
Hakim meyakini Juliari Batubara terbukti menerima suap melalui dua anak buahnya, yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Nilai suapnya hingga Rp 32.482.000.000.
Juliari dihukum 12 tahun penjara serta denda Rp 500 juta atas perbuatannya itu. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 14.597.450.000. Tak hanya itu, hak politik politikus PDIP itu dicabut selama 4 tahun setelah ia menjalani hukuman pokok.
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
Hakim mengungkapkan sejumlah pertimbangan dalam menjatuhkan vonis tersebut, yakni:
Hal Memberatkan:
  • Dilakukan pada saat keadaan darurat bencana non-alam, yakni wabah COVID-19
  • Menyangkal perbuatan
Hakim menilai perbuatan Juliari Batubara tidak ksatria, ibarat lempar batu sembunyi tangan. Berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab.
Hal Meringankan:
  • Belum pernah dijatuhi pidana
  • Selalu menghadiri persidangan dengan tertib
  • Tidak pernah bertingkah yang bisa membuat jalannya persidangan tidak lancar
  • Dinilai cukup menderita karena dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat
ADVERTISEMENT
Hakim menilai Juliari Batubara sudah diadili masyarakat sebelum vonis hakim dijatuhkan. Menurut hakim, Juliari Batubara belum tentu bersalah sebelum adanya vonis inkrah.
Lantas siapa saja majelis hakim yang menjadi pengadil Juliari Batubara?
Muhammad Damis
Muhammad Damis. Foto: PN Jakarta Pusat
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Damis. Foto: PN Jakarta Pusat
Muhammad Damis merupakan Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang perkara Juliari Batubara. Ia pun merupakan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Merujuk informasi pada situs Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Damis merupakan hakim kelahiran Pinrang pada 25 Oktober 1963. Sebelum mengemban jabatan itu pada tahun 2020, Damis juga tercatat pernah menduduki beberapa posisi di sejumlah pengadilan.
Sebelumnya, Damis pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Tangerang dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Merujuk situs KPK, nama Muhammad Damis terakhir tercatat pernah melaporkan harta kekayaannya pada 11 Januari 2021. Berikut rinciannya:
ADVERTISEMENT
  • Tanah dan bangunan di Gowa dan Makassar dan tanah di Maros total senilai Rp 1.175.000.000
  • Kendaraan berupa sepeda motor Yamaha dan mobil Suzuki TM2FX senilai Rp 154.050.000
  • Harta bergerak lainnya senilai Rp 116.900.000
  • Kas dan setara kas senilai Rp 350.992.405.
Total: Rp 1.796.942.405
Joko Subagyo
Joko Subagyo. Foto: PN Jakarta Pusat
zoom-in-whitePerbesar
Joko Subagyo. Foto: PN Jakarta Pusat
Joko Subagyo ialah anggota Majelis Hakim dalam perkara ini. Ia tercatat merupakan hakim Ad hoc Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Berdasarkan penelusuran, ia terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 24 Januari 2021. Berikut rincian hartanya:
  • Tanah dan bangunan di Bandar Lampung, Pesawaran, Bekasi, dan Jakarta Timur senilai Rp 1.960.000.000
  • Alat transportasi berupa motor Honda Astrea Legenda, mobil Kijang Innova, motor Honda Beat, motor Kawasaki Ninja, dan mobil Suzuki Karimun yang seluruhnya senilai Rp 250.750.000
  • Harta bergerak lainnya Rp 50.000.000
  • Kas dan setara kas Rp 541.300.000
  • Utang Rp 750.000.000
ADVERTISEMENT
Total Rp 2.052.050.000
Yusuf Pranowo
Yusuf Pranowo. Foto: PN Jakarta Pusat
zoom-in-whitePerbesar
Yusuf Pranowo. Foto: PN Jakarta Pusat
Yusuf Pranowo termasuk salah satu anggota Majelis Hakim dalam perkara ini. Merujuk situs pengadilan, pria kelahiran Wonogiri pada 16 September 1964 ini menjabat sebagai hakim madya utama dengan golongan pembina utama muda IV/c
Dari penelusuran, Yusuf tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 27 Januari 2021. Berikut rincian hartanya:
  • Tanah dan bangunan di Boyolali senilai Rp 460.000.000
  • Alat transportasi berupa mobil Toyota Agya, mobil Volkswagen kodok, Motor Scoopy, dan mobil BMW X5 yang seluruhnya senilai Rp 775.000.000
  • Harta bergerak lainnya Rp 154.000.000
  • Kas dan setara kas Rp 348.000.000
  • Utang Rp 41.538.112
Total: Rp 1.695.461.888
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Galaxy Z Fold4 I Z Flip4 5G