Profil dan Sejarah KA Argo Bromo Anggrek
·waktu baca 3 menit

Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tengah menjadi perbincangan usai terlibat dalam kecelakaan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) kemarin. Ternyata KA Argo Bromo Anggrek pertama kali diresmikan pada 24 September 1997.
Sebelum diresmikan menjadi KA Argo Bromo Anggrek, Presiden Soeharto pernah meresmikan Argo Bromo JS-950 pada 31 Juli 1995 terlebih dahulu. Kode "J" dan "S" merujuk pada rute perjalanan Jakarta-Surabaya. Kereta tersebut kemudian berevolusi menjadi Argo Bromo Anggrek.
Sampai saat ini, KA Argo Bromo Anggrek menjadi salah satu primadona bagi pengguna kereta lintas provinsi dengan rute Jakarta-Surabaya. Nama Argo Bromo Anggrek diadopsi dari Gunung Bromo di Jawa Timur dan Bunga Anggrek yang melambangkan keanggunan.
Selain itu, KA Argo Bromo Anggrek juga dikenal dengan sebutan "Raja Jalur Utara". Kereta ini memang dibuat khusus untuk layanan perjalanan kereta kelas eksekutif tertinggi.
Selain menawarkan kelas yang mewah nan eksklusif, kereta KA Argo Bromo Anggrek tergolong cepat jika dibandingkan dengan KA lainnya. Berjalan dari titik Stasiun Gambir (Jakarta) hingga Stasiun Pasar Turi (Surabaya), kereta ini menempuh jarak sejauh 720 km dalam waktu 8 jam 10 menit.
KA Argo Bromo Anggrek kecepatannya bisa mencapai 120 km/jam dengan kondisi yang stabil dan guncangan minim. Hal ini bisa terjadi, lantaran kereta ini dilengkapi dengan teknologi bogie K9 (CL243 bolsterless) hasil kolaborasi Alstom.
Bogie K9 (CL243 bolsterless) merupakan sistem roda dan rangka bawah kereta (bogie). Bolsterless artinya tidak memakai balok tengah (bolster) seperti bogie lama. Teknologi tersebut juga menggunakan air suspension (pegas udara) yang membuat getaran jauh lebih halus.
Selain itu, teknologi yang dimiliki KA Argo Bromo Anggrek ini memiliki desain ringan dan modern yang cocok untuk kecepatan tinggi. Ternyata teknologi Bogie K9 (CL243 bolsterless) yang dimiliki KA Argo Bromo Anggrek telah mengadopsi teknologi pada kereta yang berkembang di Eropa.
Konsep teknologi ini juga mirip dengan yang dimiliki kereta cepat TGV (Train à Grande Vitesse) milik Prancis. Bahkan, kecepatannya bisa mencapai 320 km/jam dan telah beroperasi sejak 1981.
KA Argo Bromo Anggrek memiliki dua pilihan kelas mewah, yaitu kelas luxury dan eksekutif. Kelas luxury menawarkan 18 kursi dengan konfigurasi kursi 1-1.
Pengguna kereta bisa mendapatkan privasi ekstra dan fasilitas premium, mulai dari makanan hingga minuman. Kursi di kelas luxury juga bisa direbahkan (reclining seat) hingga 180 derajat, yang bisa membuatnya seperti tempat tidur, dan kursi yang dapat diputar (revolving seat).
Sementara itu, pada kelas eksekutif terdapat sekitar 50 seat dengan konfigurasi kursi 2-2 dengan sandaran kaki, meja lipat, lampu baca, bantal, selimut, hingga stop kontak. Untuk kelas eksekutif, tiketnya dijual sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribuan. Sementara, kelas luxury dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1,1 jutaan hingga Rp 2,3 jutaan per penumpang.
