Program Reklamasi Anies-Sandi Ditentang Luhut

Anies Baswedan-Sandiaga Uno meneriakkan ide besar soal penghentian reklamasi Teluk Jakarta sebagai bahan kampanye Pilgub DKI Jakarta. Namun saat mereka terpilih, janji menghentikan reklamasi itu mendapat pertentangan dari Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan.
Luhut menyebut pembangunan reklamasi itu mengantongi izin lewat Keputusan Presiden di era Presiden Soeharto. Pulau-pulau dan bangunan yang sudah berdiri tidak bisa begitu saja dihentikan karena janji kampanye.
Baca juga:
Luhut Siap Hadapi Mereka yang Menolak Reklamasi
Luhut: Tak Ada Alasan Reklamasi Harus Dihentikan

Luhut dalam dua kali pernyataan, tak merinci alasan reklamasi itu harus dilanjutkan. Dia hanya menyebut salah satunya karena Jakarta permukaan tanah Jakarta makin turun, sehingga perlu ada reklamasi.
"Saya enggak melihat ada alasan tapi kalau mau disetop ya bikin saja situ stop, nanti kalau sudah Jakarta tenggelam atau menurun ya tanggung jawab. Jadi jangan nanti lari dari tanggung jawab di kemudian hari," imbuhnya.
Baca juga:
Anies-Sandi Siapkan Data Hentikan Reklamasi untuk Luhut)
Ridwan Saidi: Anies Jangan Khawatir Ancaman Luhut soal Reklamasi

Perdebatan soal reklamasi itu sebelumnya juga terjadi antara Anies dan Ahok dalam debat pilgub DKI. Masing-masing punya argumentasi yang kuat. (Baca juga: Ronde 5 Debat: Ahok dan Anies Saling Serang soal Nasib Reklamasi)
Berikut perdebatan antara Luhut dengan Anies-Sandi soal nasib reklamasi:

