Ridwan Kamil: Keterisian Tempat Tidur Corona di Jabar Naik Tapi Terkendali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meninjau ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada Sabtu (12/6) malam.  Foto: Dok. Pemprov Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meninjau ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada Sabtu (12/6) malam. Foto: Dok. Pemprov Jabar

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meninjau dua rumah sakit untuk mengetahui kondisi keterisian tempat tidur pasien corona. Hal itu dilakukan usai beredar pesan berantai yang menyebutkan keterisian tempat tidur di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) melebihi kapasitas.

Pria yang akrab disapa Kang Emil mengunjungi RSHS dan RSKIA Kota Bandung pada Sabtu (12/6) malam. Berdasarkan laporan, tingkat keterisian tempat tidur di kedua lokasi itu masih terkendali meski ada peningkatan.

"Terjadi lonjakan pascalibur Lebaran yang masa inkubasinya jatuh di minggu-minggu ini. Ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan pada imbauan (untuk tidak) mudik membawa kemudaratan seperti ini. Jadi intinya ada kenaikan, tapi masih relatif terkendali,” ujar Kang Emil dalam rilisnya, Minggu (13/6).

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meninjau ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada Sabtu (12/6) malam. Foto: Dok. Pemprov Jabar

Ia menambahkan, rata-rata keterisian rumah sakit rujukan corona di Jabar mencapai 68 persen. Sementara, di Kota Bandung mencapai 85 persen.

"BOR (Bed Occupancy Rate) di Kota Bandung sangat tinggi. Karena 50 persen pasien-pasien dari luar Kota Bandung memilih untuk mendapatkan perawatan COVID-19 di Kota Bandung," imbuhnya.

Khusus di RSHS sendiri, keterisian tempat tidur pasien corona berada di angkat 64 persen. Untuk ruang ICU mencapai 80 persen.

embed from external kumparan

"Jatah bed untuk pasien COVID-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin masih 26 persen. Dan masih bisa ditingkatkan menjadi 40 persen kalau kira-kira ruang isolasi sekarang naik mendekati penuh, maka ada pergeseran sekitar hampir 200 bed akan dikonversi untuk perawatan pasien COVID-19," tuturnya.

Untuk mengantisipasi penuhnya tempat tidur untuk pasien corona, Pemprov Jabar akan menambah kapasitas. Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan isolasi di luar rumah sakit bagi pasien tanpa gejala.

"Nanti sudah saya instruksikan diwakili Sekda Kota Bandung kebijakan WFH sedang dihitung, kebijakan nikahan sedang dihitung khususnya Bandung Raya," ucapnya.

embed from external kumparan