Round Up: Hasil Ijtima Ulama, Demo Buruh, dan Kecelakaan Bus di Puncak

Peristiwa menarik melingkungi libur nasional hari ini, Rabu, 1 Mei 2019. Apalagi hari ini bertepatan dengan perayaan Hari Buruh Internasional yang diwarnai sejumlah aksi dan demonstrasi di berbagai daerah.
Ada juga kejadian tragis seperti kecelakaan bus yang mengangkut siswa sekolah di Bogor. Bus tersebut terguling akibat tak kuat melaju di jalanan menanjak.
Selain dua berita di atas, kumparan telah mencatat berbagai peristiwa penting di hari ini yang pastinya tak ingin Anda lewatkan. Berikut rangkumannya:
Demo Buruh di Berbagai Daerah
Perayaan Hari Buruh Internasional atau dikenal May Day diwarnai sejumlah aksi dan demonstrasi di berbagai daerah. Di Jakarta, massa buruh menggelar aksi di Senayan dan Patung Kuda.
Sedangkan di berbagai daerah, ada yang menggelar aksi kreatif dari berpantun dan tumpengan di Sumatera Selatan hingga perjuangan anak punk terhadap buruh di Banjarmasin.
Ajax Amsterdam Kalahkan Tottenham Hotspur
Bagi Anda pecinta bola yang tak sempat begadang menonton laga semifinal leg pertama Liga Champions, kumparan sudah merangkum ulasan jalannya pertandingan antara Ajax versus Tottenham Hotspur. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan Ajax 1-0 di laga tandang.
Gelaran Ijtima Ulama III
Sempat menuai kontroversi, Ijtima Ulama III akhirnya digelar hari ini dan menghasilkan sejumlah poin keputusan. Di antaranya ada kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 hingga desakan kepada Bawaslu dan KPU untuk mendiskualifikasi paslon 01.
Ijtima Ulama III juga dihadiri capres 02, Prabowo Subianto.
Kecelakaan Bus di Puncak, Bogor
Bus yang akan membawa siswa berlibur ke Taman Wisata Matahari terguling di Puncak, Bogor. Polisi mendata, setidaknya ada 5 orang yang terluka ringan hingga sedang.
Kecelakaan berawal saat bus yang membawa siswa dari Banten itu melintas di tanjakan Selarong, Bogor, sekitar pukul 12.00 WIB. Bus yang tengah menanjak tak kuasa melaju hingga mundur dan terguling.
Jepang Punya Kaisar Baru
Kaisar baru Jepang Naruhito resmi naik takhta. Ia menggantikan posisi sang ayah Akihito yang memilih mengundurkan diri kemarin (30/4). Naruhito berharap bisa menjadi pemersatu bangsa Jepang dan membuat rakyat Jepang bahagia serta maju demi perdamaian dunia.
