S&P Effect, Rupiah Kembali Menguat

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi pergerakan dolar. (Foto: Youtube/Kurzgesagt – In a Nutshell)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pergerakan dolar. (Foto: Youtube/Kurzgesagt – In a Nutshell)

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut tak mampu bertahan lama di posisi Rp 13.300. Sejak lembaga pemeringkat utang internasional Standard and Poor's (S&P) memberikan peringkat layak investasi atau investment grade kepada Indonesia, rupiah terus menguat.

Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (22/5), dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.330.

Dolar AS langsung turun dan menyentuh level terendahnya di Rp 13.290. Hingga pukul 9.32 WIB, dolar AS bertengger di posisi Rp 13.295.

Secara year to date (ytd) atau dari awal tahun hingga saat ini, dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 1,32 persen.

Baca Juga:

Dolar AS Keok

IHSG Langsung Melambung di Awal Perdagangan, Sentuh 5.800

Pertama Kalinya Sejak 1998, RI Raih Layak Investasi dari S&P

Ilustrasi pergerakan rupiah. (Foto: Thnkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pergerakan rupiah. (Foto: Thnkstock)

Binaartha Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, berita S&P juga membuat laju rupiah berada di zona hijau.

Pelaku pasar pun merespons positif rilis S&P tersebut. Tidak hanya itu, kembali melemahnya laju USD seiring dengan kekhawatiran konflik internal pemerintahan Trump turut memberikan imbas positif.

Pergerakan rupiah yang sebelumnya sempat tertekan dengan melonjaknya permintaan akan mata uang safe haven, kini mampu diimbangi dengan berita dari S&P tersebut.

Sebelumnya kami sampaikan, pelemahan yang cukup signifikan pada laju rupiah kembali mendapat perhatian seiring dengan aksi jual masif pelaku pasar seiring dengan meningkatnya permintaan atas mata uang safe haven.

Di sisi lain, juga membuka peluang pelemahan lebih lanjut. Oleh karena itu, pelaku pasar pun lebih disarankan untuk berhati-hati terhadap potensi pelemahan lanjutan.

Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp 13.455 dan resisten Rp 13.410.

Kembali meningkatnya laju rupiah diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan seiring masih adanya sentiment positif dari S&P tersebut.

Tetap berhati-hati terhadap potensi pembalikan arah seiring kenaikan rupiah tersebut karena adanya euforia yang bisa saja berkurang dalam jangka pendek.

Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp 13.442 dan resisten Rp 13.290.