Sekolah Khusus Anak Ber-IQ Lebih dari 130 di Cianjur

Selain The Learning Farm, sekolah khusus bagi anak jalanan, pengguna narkoba, hingga pengungsi Somalia dan Afganistan, Cianjur juga memiliki sekolah khusus untuk anak ber-IQ tinggi, Cugenang Gifted School (CGS).
Sekolah berasrama bebas biaya ini dibangun khusus untuk anak-anak dan remaja gifted dari keluarga dengan ekonomi lemah (dhuafa) yang dikelola oleh Yayasan Kinarya Didaktika (YKD). Sekolah ini digagas oleh Rikrik Riyana seorang pengacara Korporasi dan Persaingan Usaha.

Cugenang Gifted School berada sekitar 100 km dari Jakarta, yaitu di Kampung Angkrong, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sekolah ini resmi beroperasi pada 2010.
Sesuai dengan namanya, untuk bisa menjadi siswa di sekolah ini, setiap siswa diseleksi haruslah memiliki IQ di atas 130, kreativitas dan sikap kerja di atas 100 dalam Skala Weschler, dan berasal dari keluarga tidak mampu yang memang sasaran utama sekolah ini.
Sekadar diketahui, klasifikasi IQ yang umum digunakan saat ini adalah 91-100 tingkat IQ normal atau rata-rata; 111-120 IQ tinggi dalam kategori normal (bright normal); 120-130 tingkat IQ superior; dan 131 atau lebih, tingkat IQ sangat superior atau jenius.
IQ Tinggi Bukan Berarti Bebas Masalah
Meski memiliki IQ yang sangat tinggi, namun bukan berarti anak-anak ini bebas dari masalah. Justru, kepintaran mereka yang luar biasa di bidang tertentu, biasanya diimbangi dengan kekurangan di bidang lain. Selain itu, biasanya, anak-anak ini adalah tipe pemberontak dan tidak mau diam.

Sayangnya, di Indonesia masih kurang pemahaman mengenai anak-anak istimewa ini. Keunikan mereka, justru membuat mereka acapkali dicap sebagai anak yang bodoh atau bandel.
"Jika tidak diarahkan dengan baik, banyak di antara mereka justru akan masuk ke jaringan-jaringan lain yang tidak kita harapkan. Jangan salah, biasanya para otak teroris justru merupakan gifted children yang sayangnya tidak mendapatkan pengarahan dengan seharusnya," jelas Rikrik.

Ia juga memberikan contoh, ketika sebuah tokoh Rusia membuat sebuah pasukan khusus yang terdiri dari gifted children. Selain dididik dengan keras dari kecil, ia juga membantai seluruh anggota keluarga anak-anak tersebut untuk menciptakan dendam dalam pikiran mereka.
Terbukti, metode ini berhasil menciptakan bukan hanya pasukan yang berani mati dan berkemampuan tinggi, tetapi juga luar biasa sadis.

"Kita ini sebenarnya tengah berebut anak-anak ini dengan banyak organisasi. Jika bisa diarahkan dengan baik, bayangkan apa yang bisa mereka buat untuk Indonesia kelak," ujar Rikrik.
Salah satunya adalah Rama. Bocah berusia 12 tahun yang kini duduk di kelas 2 SMP itu sangat cerdas di bidang bahasa serta seni. Dengan penuh percaya diri, bocah berkaca mata ini menampilkan kebolehannya ber-stand up comedy dengan singkat.
Baca: Sandi Ingin Jakarta Jadi Kota Kedua yang Dirikan Gifted School
Rama tidak sendiri, ada puluhan anak jenius lainnya yang beruntung mendapatkan penanganan yang tepat dalam pendidikan dan pembentukan karakter. Jumlah ini terhitung sangat kecil mengingat ada satu persen dari seluruh penduduk Indonesia yang merupakan gifted children.

"Kami tidak memungut biaya sepeser pun, apalagi anak-anak di sini memang dari keluarga yang tidak mampu," tambah Rikrik yang mengaku mengandalkan dukungan dermawan untuk menghidupi sekolah istimewanya itu.
Tidak bisa dipungkiri, pendidikan memang menjadi aspek penting dalam kehidupan yang sebenarnya jika diselesaikan dengan baik, dapat memberikan dampak positif terhadap masalah-masalah di aspek lain. Cianjur, kota kecil di Jawa Barat, sudah mulai bergerak, melakukan perubahan untuk masa depan Indonesia. Bagaimana Jakarta?
