Semua yang Perlu Anda Tahu soal Tragedi Bagi Sembako di Monas

Sembilan bahan pokok alias sembako menjadi penyangga keberlangsungan hidup bagi masyarakat. Tak ayal, tiap acara pembagian sembako selalu disesaki oleh warga. Namun, apa jadinya bila pembagian sembako berujung huru-hara?
Seperti yang terjadi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/4) lalu. Aksi bagi-bagi sembako yang diselenggarakan Forum Untukmu Indonesia (FUI) tersebut diwarnai dengan kekisruhan.
Sejak acara belum berlangsung, puluhan ribu warga yang datang beserta koordinator tiap daerahnya itu 'tersandera' di Stasiun Juanda. Mereka kewalahan tak bisa keluar (tap out) karena tak memegang tiket fisik.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Sila baca artikel ini: Riuh Peserta Pembagian Sembako di Monas 'Tersandera' di Stasiun Juanda

Setibanya warga di kawasan Monas, kekacauan pun kembali terjadi. Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, mengatakan bahwa jumlah massa yang hadir terlalu banyak.
“Panitia tidak menjelaskan perkiraan jumlah massa yang mau dihadirkan, dan ternyata pada pukul 11.15 WIB, berdasarkan hasil dari Monas itu massa yang masuk sudah kurang lebih 100 ribuan,” kata Mangara.
Tak hanya di dalam kawasan Monas, kepadatan massa turut menghambat arus lalu lintas di sekitar Monas. Kondisi semakin tak terkendali.
Anda dapat menyimak penjelasan Mangara lebih lanjut, di sini: Penjelasan Wali Kota Jakpus soal Bagi-bagi Sembako di Monas
Di antara ratusan ribu warga yang berdesakan, kabar korban tewas sempat mencuat. Ialah dua orang asal Pademangan, bernama Mahesa Junaedi dan Muhamad Rizki Saputra, yang dikabarkan meninggal akibat acara pembagian sembako.
“Rizki bersama dengan Mahesaa Janaedi harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.
Meski demikian, polisi membantah penyebab kematian dua bocah berusia di bawah 12 tahun itu akibat acara pembagian sembako.
"Bukan karena sembako. Karena kalau bagi sembako di dalam Monas aman, kondusif dan saya pantau langsung. Kalau yang bersangkutan (tewas) di luar (Monas)," kata Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu.
Lantas, bagaimana kebenarannya? Berikut dua pernyataan yang dilontarkan oleh Sandi: Sandi: 2 Orang Meninggal saat Pembagian Sembako di Monas dan Roma: Polisi: Bagi Sembako di Monas Aman, Korban Tewas di Luar Pagar dan Kapolres Jakpus Tak Takut Dilaporkan Orang Tua Korban Insiden Sembako

Terlepas dari itu, ada kisah pilu yang menyertai kepulangan Mahesa. Siswa kelas 5 SD itu bertolak ke Monas dengan sahabatnya, Akmal. Tanpa mereka ketahui, saat itu merupakan kali terakhir Mahesa dan Akmal bermain bersama.
Akmal terpukul. Tak ada lagi yang mengajaknya untuk berangkat mengaji ke masjid bersama. Kini Akmal hanya ditemani oleh seekor burung dara milik Mahesa, yang dititipkan dalam satu kandang dengan burung dara milik Akmal.
Untuk mengetahui kisah persahabatan Akmal dan Mahesa, Anda bisa membacanya dalam artikel ini: Kisah Akmal dan Mahesa, Dua Sahabat yang Berpisah Selamanya di Monas dan Bocah yang Tewas saat Bagi Sembako di Monas Tak Ditemani Orang Tuanya
Selain Mahesa, kisah duka juga menyelimuti kepulangan Muhamad Rizki Saputra, bocah dengan down syndrome berusia 10 tahun. Ibunya, Komariyah alias Kokom, terpaksa mengajak Rizki ke Monas lantaran tak ada yang menjaganya di rumah.
Namun saat di Monas, Kokom terdorong dari depan dan belakang, sedangkan Rizki terimpit, terjatuh, bahkan terinjak massa.
“Ibu Kokom kemudian menarik ke luar Rizki ke bawah pohon. Rizki saat itu sudah muntah-muntah dan kejang-kejang, Ibu Kokom mencari bantuan ke panitia, namun ia tidak mendapatkanya, lantaran sibuk,” terang kuasa hukum Kokom, Muhammad Fayyadh.
Untuk mengetahui kelanjutan kisahnya, Anda dapat baca di sini: Kisah Tragis Rizki, Bocah yang Terimpit Saat Bagi Sembako di Monas dan kesaksian Kokom perihal kupon pembagian sembako: Kupon Pembagian Sembako di Monas Tak Jelas Sumbernya

Namun sayang, polisi hingga kini belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Mahesa dan Rizki. Kapolda Metro pun bentuk tim khusus terkait kasus ini. Berikut laporannya: Kapolda Metro Bentuk Tim Khusus Selidiki Bocah Tewas saat Bagi Sembako
Tak ayal, acara pembagian sembako ini menyisakan berbagai persoalan. Dari undangan pembagian sembako yang viral di jagat maya, Pemprov DKI permasalahkan tercantumnya nama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI serta Dinas Pendidikan DKI.
Pemprov pun melayangkan klarifikasinya yang tercantum dalam artikel ini: Acara Bagi Sembako Gratis di Monas Tak Didukung Pemprov DKI
Selain mencantumkan logo Pemprov DKI, dalam undangan pembagian sembako juga tercatut nama salah satu politikus PDIP, Charles Honoris. Charles lantas meluruskan kabar ini dalam artikel berikut: Politikus PDIP Tak Terima Namanya Dicatut Acara Bagi Sembako di Monas dan Charles Honoris Laporkan Akun Twitter @muchlisthassan ke Bareskrim


Sementara soal izin yang diberikan, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, awalnya acara itu hendak menampilkan pertunjukan tari. Berikut penjelasan dari Sandi: Acara Forum Untukmu Indonesia Izinnya Tarian, Tapi Disusupkan Sembako
Selain itu, adanya keharusan bagi warga untuk memakai baju dengan warna dan atribut tertentu, seakan mengisyaratkan adanya kemungkinan unsur politik dalam acara tersebut. Hal ini tak ragu dikemukakan oleh Sandi dalam pernyataan yang dilansir sebagai berikut: Sandiaga Uno: Pembagian Sembako di Monas Ada Unsur Politik
Dengan banyaknya tuduhan yang dialamatkan kepada FUI, ketua panitia FUI David Revano Santosa angkat suara. Ia menegaskan acara itu tak ada unsur politik, dan menjelaskan kronologi sebenarnya. Anda dapat menemukan jawabannya di sini: Wawancara kumparan dengan Ketua Panitia FUI soal Bagi Sembako di Monas dan Panitia FUI Mengaku Bertanggung Jawab Atas Insiden Sembako di Monas juga Ketua Panitia FUI Soal Bagi Sembako di Monas: Tak Ada Unsur Politik
Meski FUI telah melayangkan permintaan maaf kepada Pemprov DKI, terlansir di sini: Forum Untukmu Indonesia Bertemu Pemprov DKI dan Minta Maaf dan FUI Buat Surat Pernyataan Pemprov DKI Tidak Sponsori Bagi Sembako, Sandi tetap akan memberi sanksi tegas. Ia bahkan menyebut bahwa Biro Hukum Pemprov DKI saat ini tengah mengkaji perda apa saja yang dilanggar oleh forum itu. Berikut keterangannya: Sandi Siap Sanksi Penyelenggara Sembako di Monas: Melanggar Pergub

Anda bisa mengikuti lebih banyak lagi kisah dan perkembangan soal polemik bagi-bagi sembako di Monas di kumparan (kumparan.com). Caranya mudah saja, tinggal follow topik “Bagi Sembako di Monas” di kumparan.
Kami menyediakan semua untuk Anda.
#kumparanAdalahJawaban
