Sirajuddin Haqqani, Mendagri Afghanistan Kepalanya Dihargai Rp 142 M oleh AS
·waktu baca 3 menit

Taliban mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan pada Selasa (7/9). Kabinet interim tersebut diisi oleh sejumlah tokoh kontroversial, salah satunya adalah Sirajuddin Haqqani. Ia menjabat sebagai menteri dalam negeri Afghanistan.
Sirajuddin adalah anak dari mendiang pendiri Jaringan Haqqani (HN), Jalaluddin Haqqani. Ia adalah kepala dari kelompok militan yang paling ditakuti di Afghanistan ini.
Bahkan, sejumlah pihak berpendapat HN jauh lebih berpengaruh dibandingkan ISIS-K, kelompok militan ISIS cabang Afghanistan.
Sirajuddin Haqqani merupakan buronan Badan Intelijen Federal AS (FBI) akibat dugaan keterlibatan dalam aksi terorisme.
Mengutip New York Times, Sirajuddin Haqqani bersama dengan jaringannya memang diduga memiliki hubungan terkuat dan terlama dengan Al-Qaeda.
“Haqqani duduk sebagai neksus antara Taliban dan Al-Qaeda. Mereka adalah salah satu dari jembatan utama [antara keduanya],” ujar anggota senior dari Yayasan Pertahanan Demokrasi AS, Thomas Joscelyn.
Kepalanya dihargai 10 juta USD, atau setara dengan Rp 142 miliar, oleh Kementerian Luar Negeri AS.
Dalam daftar pencarian orang yang dikeluarkan (FBI), tertulis tahun lahir Sirajuddin Haqqani yakni antara 1973-1980. Ia diperkirakan berusia 41-48 tahun.
Pada tahun 2016 silam, Sirajuddin naik menjadi satu dari dua wakil pemimpin agung Taliban, Hibatullah Akhundzada.
Sebagai wakil pemimpin agung, tugas Sirajuddin adalah mengawasi pasukan Taliban serta berjalannya sekolah-sekolah keagamaan. Ia juga memimpin mayoritas dari pergerakan militer Taliban.
Aksi Sirajuddin dan Jaringan Haqqani
Jaringan Haqqani ditetapkan oleh Washington sebagai organisasi teroris pada tahun 2012 silam.
Kelompok yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan lembaga intelijen Pakistan ini bertugas untuk mengawal aset keuangan serta militer Taliban di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Di bawah komando Sirajuddin, HN dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror paling mematikan di Afghanistan, seperti penyanderaan, pembunuhan berencana, serta serangan bom bunuh diri.
Salah satu serangan "andalan" HN adalah aksi bom bunuh diri, meliputi ledakan dengan truk dan mobil yang dipenuhi dengan bom.
Mereka juga memiliki kemampuan untuk meluncurkan serangan kompleks pada target-target besar, termasuk markas militer dan kedutaan besar negara asing.
Dalam laporan FBI, Sirajuddin diduga terlibat dalam serangan bom bunuh diri di Hotel Serena Kabul pada Januari 2008. Aksi tersebut menewaskan hingga 6 orang, termasuk salah satunya warga negara AS.
Selain itu, Sirajuddin Haqqani bersama kelompoknya diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan eks Presiden Hamid Karzai pada tahun 2008.
Pada Oktober 2013, pasukan Afghanistan berhasil mencegat satu unit truk milik Jaringan Haqqani di Afghanistan timur. Truk tersebut bermuatan hampir 28 ton bahan peledak, menurut Pusat Kontra-Terorisme Nasional AS.
Kemudian pada tahun 2017, lebih dari 150 orang tewas terbunuh akibat ledakan bom truk di Kota Kabul. Pemerintah Afghanistan percaya Jaringan Haqqani merupakan pelaku serangan tersebut.
Selanjutnya, pada tahun 2018, Jaringan Haqqani diduga menyimpan bahan peledak di dalam sebuah ambulans. Bom tersebut meledak di dekat Kedutaan Besar Jerman di Kabul. lebih dari 100 warga sipil tewas karenanya.
Taliban mengeklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Tetapi, AS percaya bahwa serangan tersebut dilakukan oleh militan HN.
