Suhu Dingin di Dalam Kontainer Diduga Tewaskan 39 WN China di Inggris

Warga Essex, Inggris, digegerkan dengan penemuan 39 mayat di dalam truk kontainer. Kepolisian menemukan truk mencurigakan itu di kawasan industri Grays, sekitar 20 mil (30 kilometer) sebelah timur London.
Polisi meyakini mayat 31 pria dan delapan perempuan itu adalah Warga Negara China. Kedubes China telah menerima laporan tersebut dan akan menyelidiki lebih lanjut.
Sejauh ini, polisi menduga kasus ini masih berkaitan erat dengan perdagangan manusia (human trafficking). Mengutip Guardian, kontainer tersebut adalah jenis trailer pendingin yang bisa mendinginkan muatan hingga minus 25 derajat celcius.
Adapun dilansir Reuters, bagian trailer dari truk itu diduga tiba di Dermaga Purfleet, Essex, pukul 00.30 waktu setempat. Kontainer tersebut didatangkan dari pelabuhan Zeebrugge, Belgia.
Terkait hal ini, Kepala Eksekutif Pelabuhan Zeebrugge, Joachim Coens, membantah pihaknya mengizinkan atau menyelundupkan orang ke dalam kontainer.
"Wadah berpendingin di zona pelabuhan sepenuhnya disegel," katanya kepada saluran TV Flemish VRT dilansir Guardian, Jumat (25/10).
“Selama cek, segel diperiksa, seperti pelat nomornya, pengemudi diperiksa oleh kamera, [aman]. Kargo hanya dapat dimuat ke feri setelah cek ini dilakukan," tegasnya.
Kepala Pelabuhan Zeebrugge, Dirk de Fauw, sebelumnya meyakini para korban meninggal di kontainer sebelum tiba di pelabuhan.
"Kami memiliki sistem yang aman dengan penjaga keamanan, kami memiliki kamera di mana-mana, kami memiliki polisi di jalan-jalan Zeebrugge," tutur de Fauw.
"Kurasa mereka sudah mati sebelum mereka datang ke sini untuk ke Zeebrugge. Kurasa begitu."
Polisi kini telah menahan Mo Robinson (25), sopir truk kontainer tersebut. Polisi akan meminta keterangan pria asal Irlandia Utara itu selama 1x24 jam hingga kasus penemuan mayat ini terungkap.
