Tren Kasus COVID-19 Singapura: Melonjak 569% Dalam Sepekan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja membersihkan meja di KTV Karaoke di Singapura. Foto: Ore Huiying/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja membersihkan meja di KTV Karaoke di Singapura. Foto: Ore Huiying/Getty Images

Lonjakan kasus corona yang sangat signifikan dialami oleh Singapura dalam sepekan terakhir. Peningkatan pasien positif ini disebabkan oleh dua klaster besar, yaitu klaster Pelabuhan Perikanan Jurong dan klaster tempat karaoke (KTV).

Sebelumnya, Singapura berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 lewat ketatnya pembatasan kegiatan dan izin masuk perbatasan negara, kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan, serta percepatan vaksinasi.

Bahkan mereka sempat melonggarkan sejumlah kebijakan pembatasan ketat akibat rendahnya kasus dan tingginya vaksinasi.

kumparan post embed

Tetapi, kecepatan transmisi varian Delta membuat segalanya berubah. Hanya dalam kurun waktu beberapa hari, dua klaster besar tumbuh dan menyebabkan tren peningkatan kasus mencapai di atas 500%.

Dikutip dari data yang dihimpun oleh Worldometers.info, dalam sepekan terakhir, Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) melaporkan total 696 kasus COVID-19. Sementara dalam satu pekan sebelumnya, total kasus terhitung hanya 104 infeksi.

Grafik kasus harian COVID-19 Singapura, Februari 2020 hingga Juli 2021. Foto: Tangkapan layar/Worldometers.info

Terjadi peningkatan hingga 592 kasus hanya dalam kurun waktu satu pekan. Berarti, tren kasus Singapura melonjak hingga 569%.

Namun, kasus kematian akibat corona dalam sepekan terakhir masih sama dengan sebelumnya: 0 kematian. Kasus kematian terakhir di Singapura terjadi pada 26 Juni 2021, yaitu seorang lansia berusia 84 tahun.

Dari situs resmi MOH Singapura moh.gov.sg, per Selasa (20/7), tercatat penambahan kasus harian corona sebanyak 13 kasus impor dan 182 kasus transmisi lokal. Sebanyak 142 di antaranya berkaitan dengan klaster Jurong, 14 lainnya dengan klaster KTV, dan 26 lainnya masih belum ditemukan keterkaitan dengan kasus ataupun klaster lain.

kumparan post embed

Data MOH menyatakan, saat ini terdapat 861 kasus aktif dengan rincian 529 pasien diisolasi di pusat isolasi komunitas, 331 dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil, dan 1 orang dirawat dalam kondisi kritis.

Total kasus kumulatif Singapura kini mencapai 63.440 infeksi dan 36 kematian.

Sementara, program vaksinasi COVID-19 Singapura tampak berjalan dengan baik. Per Senin (19/7), total 4.164.922 warga telah divaksinasi setidaknya satu dosis. Ini setara dengan 73% dari total populasi 5,7 juta. Sedangkan jumlah warga yang sudah divaksinasi dosis lengkap mencapai 2.792.430, atau 49% dari total populasi.

Suasana ruang isolasi bagi pekerja migran di Singapura. Foto: Reuters/Edgar Su

Seperti diketahui, peningkatan kasus corona Singapura kali ini disebabkan oleh dua klaster yang dipicu oleh varian Delta.

Klaster Pelabuhan Ikan Jurong dan klaster KTV menyumbang jumlah kasus yang sangat tinggi. Tercatat pada Selasa (20/7), total kasus yang berkaitan dengan klaster Jurong mencapai 321 infeksi dan klaster KTV sebanyak 207 infeksi.

Klaster KTV diduga dipicu oleh satu perempuan asal Vietnam pemegang visa kunjungan jangka pendek. Ia bekerja sebagai perempuan penghibur (hostess) yang berpindah dari satu tempat karaoke ke tempat lainnya.

Sementara, kasus-kasus klaster Jurong diduga dibawa dari kapal ikan Indonesia lewat beberapa titik, sebagaimana dikutip dari The Straits Times. Dari klaster ini sendiri, penyebaran sudah terdeteksi di 35 pasar dan pusat makanan.

kumparan post embed