Viani Limardi Sudah Dipecat dari PSI, kok Masih Ikut Rapat di DPRD DKI?

6 Oktober 2021 9:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Viani Limardi. Foto: Facebook/Viani Limardi
zoom-in-whitePerbesar
Viani Limardi. Foto: Facebook/Viani Limardi
ADVERTISEMENT
Mantan anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Viani Limardi masih sempat menghadiri rapat Komisi D pada Selasa (5/10) di Gedung DPRD DKI Jakarta. Padahal ramai diberitakan dia dipecat dari PSI.
ADVERTISEMENT
Terkait hal tersebut, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar menegaskan, saat ini pemberhentian Viani sebagai anggota legislatif dari Fraksi PSI masih dalam proses.
“Kami memastikan proses sedang berjalan dan sesuai peraturan perundangan. Saya harap kita semua dapat bersabar menunggu administrasi selesai. Setiap kursi legislator Fraksi PSI harus diisi oleh orang-orang yang amanah dan berintegritas,” ujar Michael dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/10).
Michael menambahkan, keputusan DPP PSI untuk memberhentikan Viani sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dirinya meyakini bahwa PSI akan berani bersikap tegas terhadap kadernya sendiri. Untuk itu peran pengawasan dibuktikan dengan komitmen partai untuk menertibkan setiap kadernya yang melenceng.
Viani Limardi. Foto: Facebook/Viani Limardi
“Keputusan untuk menindak kader yang sudah melenceng dari nilai perjuangan tersebut diambil dengan penuh kehati-hatian dan saksama, mempertimbangkan segala aspek keorganisasian dan mekanisme internal partai dari tingkat DPW hingga DPP,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
“Peran pengawasan partai sangat penting. Kalau partai tidak berani tegas terhadap anggota dewannya, lantas siapa yang bisa menertibkan kerja para anggota dewan? Keputusan DPP ini adalah bukti komitmen partai untuk menegakkan aturan secara tegas pada setiap kader,” tambahnya.
Michael menjelaskan, bagi setiap anggota partainya yang melenceng akan ditindak secara tegas sebagai upaya menjaga nilai-nilai integritas serta komitmen untuk hadir kerja untuk masyarakat.
“Di PSI tidak ada orang yang tidak bisa digantikan. Kader yang sudah melenceng bisa diganti, tapi nilai-nilai PSI tidak dapat dan tidak boleh digantikan. Ini pengingat untuk kita semua bahwa politik nilai itu paling penting. Kader PSI yang duduk di jabatan publik harus menjadi wajah dari politik gagasan PSI," pungkasnya.
ADVERTISEMENT