Wagub DKI Serahkan Pelanggaran Prokes Konvoi Persija ke Satgas COVID-19

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Unggahan di Twitter @bagaspratamaj, Jak Mania merayakan kemenangan Persija di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Twitter @bagaspratamaj
zoom-in-whitePerbesar
Unggahan di Twitter @bagaspratamaj, Jak Mania merayakan kemenangan Persija di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Twitter @bagaspratamaj

Konvoi Jakmania yang terjadi pada Minggu (25/4) malam di Bundaran HI, Jakarta, berujung pada terciptanya kerumunan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut menanggapi soal peristiwa tersebut. Menurut Riza, dia akan menyerahkan pengecekan hingga evaluasi pelanggaran prokes di kegiatan tersebut kepada petugas yang berwenang, yakni Satgas COVID-19.

“Ya nanti Satgas, protokol yang akan mengecek, melihat lagi secara detail, secara rinci apa yang sesungguhnya terjadi,” jelas Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/4).

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menghadiri peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional di Aula Lt. 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/3). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Ia melanjutkan, Satgas akan mendalami apakah ada unsur kesengajaan dan mobilisasi pada konvoi kemenangan Persija tersebut. Masyarakat, kata Riza, cukup menunggu hasil evaluasi dari Satgas.

“Apakah ada mobilisasi, apakah ada kesengajaan dan sebagainya, saya kira satgas nanti akan melihat. Kita serahkan pada satgas yang akan melakukan pengecekan, penelitian, dan evaluasi. Kemudian apa yang disampaikan, kita tunggu saja,” papar dia.

embed from external kumparan

Seperti diketahui, konvoi tersebut dibubarkan oleh petugas kepolisian akibat melanggar ketentuan PPKM Mikro, yang menyatakan tidak diperbolehkannya ada kegiatan yang menyebabkan kerumunan massa.

Sebanyak 65 orang diamankan pada peristiwa tersebut. Para suporter yang diamankan telah dites corona dan hasilnya negatif. Tetapi, hal tersebut tidak semerta-merta menutup kemungkinan adanya penularan COVID-19 dari suporter lainnya yang tidak diamankan dan dites.