kumparan
search-gray
Otomotif22 Maret 2020 8:02

Bahayanya Menetralkan Transmisi Mobil Manual Saat Belum Benar-Benar Berhenti

Konten Redaksi kumparan
Bahayanya Menetralkan Transmisi Mobil Manual Saat Belum Benar-Benar Berhenti (102426)
Transmisi Manual 6 percepatan Mahindra Scorpio Pikup Foto: Ghulam M Nayazri
Pengemudi mobil biasanya punya pemahaman dan kebiasaan teknik mengemudi yang berbeda-beda. Salah satunya, soal teknik deselerasi pada mobil manual, saat hendak berhenti.
ADVERTISEMENT
Idealnya, proses perpindahan gigi saat deselerasi tersebut ialah dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi gigi terendah dahulu, baru dinetralkan saat mobil sudah benar-benar berhenti.
Namun, tak jarang beberapa pengemudi justru langsung menetralkan tuas transmisi, disaat kondisi mobil belum benar-benar berhenti.
Alasannya, cara tersebut dinilai bisa mengurangi dan meringankan kerja kopling pada mobil manual. Padahal itu salah kaprah.
Bahayanya Menetralkan Transmisi Mobil Manual Saat Belum Benar-Benar Berhenti (102427)
Ilustrasi Mobil Manual. Foto: Shutter Stock
Technical leader Auto2000 Tebet Supomo, Ahmad Mu’min mengatakan, dengan langsung menetralkan tuas transmisi mobil manual, tanpa menunggu mobil hingga benar-benar berhenti, sangat berbahaya dan berpotensi merusak beberapa komponen.
“Tentu teknik seperti itu salah kaprah dan berbahaya ya, karena mobil berpotensi nyelonong, akibat tidak adanya efek engine brake dari sistem transmisi,” terang Mu’min kepada kumparan beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut Mu’min memaparkan, dengan tidak adanya efek engine brake akibat transmisi yang dinetralkan, maka akan membuat laju mobil menjadi tidak terkontrol dan jadi lebih cepat.
Sehingga, bila cara tersebut terus dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan di kondisi kontur jalan yang menurun, akan membuat komponen menjadi lebih cepat rusak.
Bahayanya Menetralkan Transmisi Mobil Manual Saat Belum Benar-Benar Berhenti (102428)
Ilustrasi berkendara. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
“Dengan tidak adanya bantuan pengereman dari engine brake, maka satu-satunya pengereman hanya mengandalkan sistem rem. Otomatis, rem akan bekerja lebih keras dan dampaknya kampas rem jadi lebih cepat tipis dan lebih cepat ganti,” tambah Mu’min.
Oleh karena itu, Mu’min pun menyarankan agar saat melakukan deselerasi pada mobil manual, sebaiknya pindahkan dulu tuas transmisi hingga ke posisi terendah. Selanjutnya, bila mobil sudah dalam kondisi benar-benar berhenti barulah melakukan perpindahan tuas transmisi ke posisi netral.
ADVERTISEMENT
Mu’min menyebut, dengan melakukan teknik mengemudi mobil manual yang tepat sesuai anjuran, akan membuat seluruh komponen pada mobil menjadi lebih awet dan tidak membahayakan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white