Oli Pertamina Fastron Techno 10W-40

Benarkah Spesifikasi dan Kualitas Oli Bisa Pengaruhi Konsumsi Bahan Bakar?

28 April 2020 20:29 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Oli Pertamina Fastron Techno 10W-40 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Oli Pertamina Fastron Techno 10W-40 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
ADVERTISEMENT
Penggunaan oli yang memiliki kualitas baik dan spesifikasi sesuai rekomendasi pabrikan memang sangat dianjurkan. Sebab, selain bisa membuat mesin mobil menjadi lebih awet, rupanya juga bisa berpengaruh pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
ADVERTISEMENT
Sebaliknya, penggunaan kualitas oli yang buruk serta spesifikasi oli yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan, justru bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Berpengaruhnya kualitas dan spesifikasi oli terhadap konsumsi bahan bakar suatu kendaraan, tidak terlepas dari beberapa hal, seperti zat additive dan tingkat kekentalan oli itu sendiri.
“Ketika oli mesin memiliki zat additive tambahan pelicin, maka oli akan menjadi lebih licin. Dengan lebih licin, otomatis tarikan akan menjadi lebih enteng dan dampaknya konsumsi bahan bakar jadi lebih irit,” ujar Nurudin, Jr. Technical Specialist Rotating Equipment and Gas Engine Pertamina Lubricants.
Oli Pertamina Fastron Tehcno 15W-50 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Salah satu spesifikasi oli yang memiliki teknologi zat additive baik tersebut, yaitu oli dengan spesifikasi API SN. Pasalnya, antara teknologi zat additive yang terkandung pada oli berspesifikasi API SN dengan oli berspesifikasi API SJ tentu akan berbeda.
ADVERTISEMENT
Selain dari faktor spesifikasi zat additive, faktor spesifikasi lain yang bisa berpengaruh pada efisiensi bahan bakar, ialah mengenai tingkat kekentalan oli atau SAE. Penggunaan oli dengan spesifikasi SAE yang terlalu kental dari rekomendasi pabrikan, otomatis akan membuat kerja mesin menjadi lebih berat.
“Mesin sendiri sudah sangat terbebani dengan oli yang kental tadi, sehingga jelas kebutuhan bahan bakarnya pasti jadi lebih tinggi, lalu emisi gas buangnya juga nanti jadi lebih tinggi,” terang Nurudin.
Kode spesifikasi SAE pada kemasan depan botol oli Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Oleh karena itu, Nurudin lagi-lagi mengingatkan pentingnya memahami arti kode pada spesifikasi kemasan oli. Dari berbagai kode yang ada pada kemasan oli, setidaknya ada 3 kode yang sangat wajib dipahami oleh setiap pemilik atau pengendara mobil, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menandakan bahwa oli itu resmi dan terdaftar, lalu kode Society of Automotive Engineer (SAE) yang menandakan tingkat kekentalan oli, dan American Petroleum Institute (API), yang menandakan derajat performa atau kualitas oli saat diterapkan pada mesin.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten