BPKB Kendaraan Anda Hilang? Begini Cara Mengurusnya

kumparanOTOverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi BPKB mobil halaman pertama terdapat hologram. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi BPKB mobil halaman pertama terdapat hologram. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) merupakan bukti sah kepemilikan terhadap sebuah kendaraan bermotor.

Sebagai dokumen penting, BPKB tidak boleh hilang walaupun memang tak harus selalu dibawa ketika berkendara, berbeda seperti STNK.

Namun memang terkadang ada saja faktor-faktor yang membuat BPKB hilang. Nah berikut alur kepengurusan buat barunya.

kumparan post embed

1. Siapkan dokumen persyaratan

Pertama, sebaiknya Anda siapkan dahulu beberapa dokumen persyaratan. Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Martinus mengatakan, ada dua syarat dokumen penting yang harus dipenuhi oleh pemohon, yakni surat kehilangan dari kepolisian dan Laporan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Reserse Kriminal (Reskrim).

Pelapor harus membuat laporan polisi, serta akan ada (BAP) singkat untuk memastikan kronologi kehilangan BPKB tersebut berdasarkan pertimbangan penyidik," jelas Martinus.

Kemudian ada dokumen lain yang juga harus dipenuhi oleh para pemohon. Mulai dari surat bukti dari dua bank berbeda yang menyatakan bahwa BPKB itu tidak dalam status jaminan agunan bank, dan surat keterangan dari leasing --jika sebelumnya membeli kendaraan secara kredit--, atau dari tempat membeli kendaraan --apabila membeli secara cash--, yang menyatakan bahwa BPKB tersebut sudah mereka serahkan ke pemilik kendaraan.

Ilustrasi BPKB Kendaraan. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Berikut dokumen lengkap yang harus disiapkan pemohon.

- Formulir permohonan

- Surat kehilangan dari Kepolisian

- Surat keterangan BAP dari Reskrim

- Surat keterangan dari Bank

- Surat keterangan dari leasing atau diler

- Bukti penyiaran di media massa

- KTP asli dan fotokopi

- STNK asli dan fotokopi

- Fotokopi BPKB jika ada

2. Proses di Kantor Samsat

Suasana kantor Samsat di Depok sepi. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Apabila semua dokumen persyaratan telah dilengkapi dan dikumpulkan dalam 1 map, selanjutnya datanglah ke Kantor Samsat untuk melakukan cek fisik. Dalam cek fisik tersebut, Martinus memastikan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemohon.

"Kendaraan tetap harus dibawa ke Samsat untuk cek fisik," ucap Martinus.

Ilustrasi cek fisik kendaraan di Samsat. Foto: dok. Istimewa

Jika hasil cek fisik yang telah dilegalisir sudah Anda peroleh, silahkan menuju loket BPKB, untuk selanjutnya mengisi formulir permohonan pengurusan BPKB hilang.

3. Pembayaran

Warga di loket antar daerah kantor Samsat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Menyoal biaya pengurusan BPKB hilang sendiri, dikatakan Martinus sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016, tentang penerbitan BPKB, yakni Rp 225 ribu untuk sepeda motor dan Rp 375 ribu untuk mobil.

Bila proses pembayaran telah Anda lakukan, selanjutnya serahkan bukti pembayaran tersebut ke loket BPKB. Nantinya, pemohon akan mendapatkan lembar bukti penyerahan berkas persyaratan yang akan Anda gunakan pada saat proses pengambilan.

4. Waktu penerbitan

Ilustrasi BPKB mobil. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri

Proses penerbitan BPKB itu sendiri, memakan waktu yang cukup panjang, berkisar 1 minggu hari kerja. Pada saat proses pengambilan BPKB baru, pastikan Anda telah membawa bukti penyerahan berkas persyaratan yang sebelumnya telah Anda miliki.

Jangan lupa, setelah BPKB baru tersebut selesai Anda proses, simpanlah di tempat yang aman dan mudah diingat.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

collection embed figure