kumparan
1 September 2019 8:29

Kasus Penipuan Terkait Suzuki Jimny Makin Merajalela

Suzuki Jimny di GIIAS 2019
Suzuki Jimny di GIIAS 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Sebagai salah satu mobil ikonik legendaris, tak heran jika Suzuki Jimny sangat banyak diminati oleh para pecintanya. Bahkan, ramainya peminat Suzuki Jimny, sampai dimanfaatkan oleh sebagian oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
ADVERTISEMENT
Menurut Marketing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, penipuan tersebut umumnya dilakukan oleh mereka yang mengaku sebagai tenaga penjual, atau pihak Suzuki dan menjanjikan bisa menyediakan unit Jimny secara cepat.
“Memang peminat Jimny ini sangat banyak sekali. Karena peminatnya yang membludak tersebut, katanya malah sudah ada beberapa kasus penipuan yang ngaku-ngaku bisa menyediakan unit Jimny secara cepat,” jelas Donny.
Suzuki Jimny di GIIAS 2019
Suzuki Jimny di GIIAS 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Umumnya kata Donny, oknum tidak bertanggung jawab tersebut akan meminta sejumlah nominal uang, sebagai tanda jadi pemesanan dan akan menjanjikan unit siap dalam 1-2 bulan. Penipuannya sendiri menurut Donny, dilakukan oleh para oknum tersebut di salah satu forum online.
“Laporan yang kami terima sih itu terjadinya di forum online, saya tidak mau menyebutkan namanya. Katanya, oknum itu akan minta sejumlah nominal uang sebagai tanda jadi pemesanan lah,” beber Donny.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Donny pun mengimbau agar para calon konsumen yang berminat terhadap Jimny, jangan mudah percaya begitu saja pada oknum-oknum yang mengaku bisa menyediakan unit Jimny secara cepat. Donny juga menyarankan, apabila memang ingin memesan Jimny, sebaiknya datang langsung ke diler dan menanyakan ke pihak diler.
Suzuki Jimny di GIIAS 2019
Suzuki Jimny di GIIAS 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Donny juga berharap agar para konsumen dapat sabar dalam menunggu unit Jimny yang disediakan. Terbatasnya unit Jimny di Indonesia, memang tidak terlepas dari minimnya kuota PT SIS yang hanya mendapatkan jatah impor, sebanyak 50 unit saja per bulan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan