kumparan
8 November 2019 13:28

Recall Gran Max, Daihatsu: Kami Kesulitan Bujuk Konsumen

Daihatsu Luxio Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Beberapa waktu lalu PT Astra Daihatsu Motor (ADM) melakukan penarikan kembali atau recall Gran Max 1,5 L dan Luxio produksi Maret 2018-April 2019. Penarikan dilakukan untuk mengganti empat komponen Connecting Rod (setang seher) yang cacat produksi dan berpotensi patah.
ADVERTISEMENT
Secara rinci, ada sekitar 4 ribuan unit Luxio dan 32 ribuan unit Gran max yang mengalami recall dengan total 36.915 unit. Ini termasuk juga yang diekspor ke Jepang.
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, mengakui kesulitan membujuk konsumen Gran Max 1.5 L yang terdampak recall. Hal ini disebabkan kebanyakan konsumen Gran Max memakai mobilnya untuk keperluan bisnis.
"Tantangannya kalau recall Gran Max ini karena model mobilnya kebanyakan dipakai bisnis, kalau passenger car kita lebih gampang bujuknya. Kalau bisnis kan tergantung jadwal bisnis mereka," kata Amelia Tjandra usai konferensi pers Daihatsu Astec Open 2019 di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (7/11) malam.
Ilustrasi setang seher Daihatsu Luxio Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Selama seminggu sejak recall diumumkan, baru ada sekitar 40 unit Gran Max 1,5 L di dalam negeri yang sudah masuk ke bengkel Daihatsu. Untuk mengatasi minimnya respons konsumen, ADM sudah berinisiatif menghubungi langsung konsumen Gran Max yang terdampak recall.
ADVERTISEMENT
"Baru sedikit yang respons, saya lihat yang ditelepon baru sekitar 800an unit, yang sudah masuk ke bengkel itu sekitar 40an unit Gran Max," ujar Amel.
Saat ditanya soal target berapa unit Gran Max yang akan diperbaiki sampai akhir tahun 2019, Amel mengatakan tidak mematok target. Menurutnya, perbaikan dari recall tersebut terhitung besar dari segi jumlah unit dan lamanya perbaikan.
Daihatsu Gran Max Foto: dok Aditya Pratama Niagara/kumparan
Sebelumnya, Service Parts Division Head PT ADM Anjar Rosjadi, mengatakan memang perbaikan komponen setang seher Luxio dan Gran Max yang di-recall memakan waktu hingga 14 jam.
Sementara soal potensi kerugian yang ditanggung PT ADM terkait recall dua model mobil Daihatsu itu, Amel mengatakan Daihatsu tidak menganggapnya sebagai sebuah kerugian. "Justru kami menganggap sebagai investasi untuk mendapatkan keyakinan masyarakat indonesia kepada Daihatsu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Namun, menghitung biaya perbaikan setang seher per unit mobil sekitar Rp 6 jutaan, jika dikalikan dengan jumlah mobil yang di-recall sebanyak 36.915 unit, maka diperoleh biaya perbaikan yang harus ditanggung Daihatsu sekitar Rp 221.4 miliar.
Terakhir, Amel memastikan recall Gran Max 1.5 L tidak akan merembet ke model lain, misalnya Daihatsu Terios yang juga bermesin 1.500 cc. "Tidak ada model lain yang terdampak, hanya Gran Max saja," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan