Sering Diabaikan, Ini Efek Negatif Menggunakan Ban Besar di Sepeda Motor

kumparanOTOverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi  ban baru pada motor. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ban baru pada motor. Foto: dok. Istimewa

Mengubah ban menjadi lebih besar dari ukuran standar, jadi solusi para biker yang ingin kuda besinya tampak lebih kekar dan gambot. Biasanya, ini dilakukan pemilik motor sport 250 cc, meski memang jenis lainnya juga ada.

Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, Dodi Yanto, mengingatkan bahwa modifikasi sektor ban ini memiliki efek samping.

"Kami merekomendasikan naik satu step atau paling maksimal dua step (10-20 mm). Tapi perhatikan juga beberapa motor untuk yang 20 mm sudah mentok di suspensi dan arm-nya," kata Dodi kepada kumparan belum lama ini.

Setidaknya, kata Dodi, ada lima dampak negatif dari penggunaan ban yang lebih besar di sepeda motor.

1. Boros bahan bakar

Panel instrumen Kawasaki W175 TR Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Ban yang lebih besar dari standar akan memiliki bobot yang lebih berat. Ini tentu saja akan memaksa mesin lebih bekerja keras untuk memutarkan roda.

"Karena memang kontak areanya dengan aspal jadi lebih besar otomatis hambatannya menjadi lebih besar juga. Bobot juga pasti nambah, ini bikin konsumsi BBM makin boros," jelasnya.

2.Handling berat

Mencoba handling Honda BeAT 2020 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Meski tampilan jadi lebih kekar namun harus mengorbankan sektor kenyamanan, lantaran handling menjadi berat. Motor bakal terasa kaku dan tak lincah untuk bermanuver.

"Handling pasti jadi berat dan kurang lincah," katanya.

3. Tarikan gas tak responsif

Posisi jari pada tuas rem depan Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Dampak selanjutnya yang ditimbulkan adalah gas motor yang terasa 'boyo' alias tak responsif.

"Situasi ini karena bobot ban yang bertambah jadi lebih berat," pungkasnya.

4. Velg

Ban dan cakram depan Yamaha NMax Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Dodi juga mengatakan, pemilihan ukuran ban yang lebih besar bisa berpotensi ban terlepas dari velgnya.

"Posisi ban mendudukan velg itu jadi enggak pas, itu bahaya. Bibir ban akan menggantung, begitu anginnya kurang dan dipaksa, dia (ban) bisa lepas," imbuhnya.

5. Rantai dan gear cepat rusak

Ilustrasi rantai motor Foto: Istimewa

Terakhir, rantai dan gear bisa berumur pendek atau cepat aus. Dodi menjelaskan karena dua komponen itu punya pekerjaan yang lebih berat untuk menggerakan roda yang terbalut ban berprofil besar.

collection embed figure