Tol Layang Japek Dibuka Lagi, Simak Tips Aman Melintasinya

Tol Layang Cikampek atau Japek II Elevated mulai bisa diakses hari ini, Minggu (7/6) mulai pukul 00:00, khusus untuk arah Cikampek.
Sementara untuk jalur arah Jakarta akan dibuka malam nanti, Senin (8/6) mulai pukul 00.00 WIB.
Demikian seperti dikemukakan Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Djoko Dwijono dalam pertanyaan resmi yang diterima kumparan, Sabtu (6/6).
Namun perlu diperhatikan, pengendara yang akan menggunakannya jangan lupakan faktor keamanan dan keselamatan. Pasalnya karakter jalannya berbeda, dengan jalanan non-layang.
"Jalan tol layang japek, dengan karakter desain berada di atas, hanya dua jalur, bergelombang dan lainnya, bila tak disikapi dengan bijak, bisa mengancam keselamatan pengemudi," ucapnya kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Setidaknya 3 tips aman mengemudikan mobil di tol layang Japek. Berikut jelasnya.
1. Disiplin
Maksud Jusri, pengemudi kendaraan harus konsisten dalam mematuhi tata tertib berlalu lintas, dan mengikuti aturan rambu-rambu yang sudah dipasang.
"Seperti misalnya mengikuti rambu kecepatan misalnya di 60 km/j, atau bahkan bisa disesuaikan lagi dengan kondisi --lebih lambat lagi, misalnya dalam kondisi jalan basah atau hujan," ucapnya.
Faiza Riani, Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) mengungkapkan, kecepatan maksimal yang diperbolehkan di 80 km/jam di tol layang Japek.
2. Antisipasi saat menikung
Jusri mengingatkan, meski tikungan di Japek nampak tak tajam dan cenderung landai, tapi bisa menimbulkan sentrifugal force yang besar, ketika pengemudi tidak menyikapi cara mengemudikannya.
"Pada spot tikungan, usahakan di bawah 80 km/jam atau di sekitar 60 km/jam dalam kondisi ideal. Namun dalam kondisi basah karena hujan, atau pengemudi sedang lelah, muatan berlebih, atau ban gundul, kecepatan harus diturunkan lagi," ucap Jusri.
Kemudian, meski tol layang punya dua jalur, hindari masuk ke tikungan berbarengan dengan kendaraan lain. Mengantisipasi kesalahan dilakukan oleh pengendara lain tersebut.
3. Waspada highway hypnosis
Tol sepanjang 36 kilometer pada kondisi traffic lengang, berpotensi menimbulkan gejala highway hypnosis pada pengemudi. Pasalnya, suasana tol bisa dikatakan cukup monoton.
"Iya pemandangannya kiri dan kanan tembok, kemudian atas awan langit. Pengemudi tidak melihat pohon-pohon, atau apa, jadi monoton," kata Jusri.
Mengatasinya, syaraf sekitar mata harus distimulasi. Caranya gerakkan mata ke kanan dan ke kiri seperti radar, dengan siklus 5 sampai 8 detik.
Lalu, pahami objek yang tertangkap mata, jangan hanya dilihat tapi dipikirkan. Karena dengan itu bisa menstimulus otak dan bisa menghindari situasi yang monoton.
"Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan bugar, ketika ingin melalui tol layang Japek ini," ucap Jusri.
+++
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
