kumparan
23 Mei 2019 8:14

Toyota Avanza Juaranya Low MPV, Xpander Nomor Dua

Toyota Avanza dan Veloz
Toyota Avanza dan Veloz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Toyota Avanza berhasil unggul di pertarungan segmen Low MPV periode Januari-April 2019. Hadirnya model penyegaran pada Januari 2019 lalu sukses membuat mobil sejuta umat ini menjadi favorit konsumen.
ADVERTISEMENT
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Toyota Avanza naik 2,05 persen, atau sebanyak 28.330 unit. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan 28.330 unit.
Jika merunut perolehan sejak Januari, grafik distribusi Avanza perlahan mengalami tren kenaikan, dimulai dari Januari 5.568 unit, Februari 5.700 unit, Maret 8.538, dan April 9.104 unit.
Mitsubishi Xpander
Mitsubishi Xpander Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Sementara sang rival, Mitsubishi Xpander, justru terkoreksi 21,13 persen atau hanya terdistribusi sebanyak 22.927 unit saja.
Sepanjang empat bulan pertama di 2019 ini, Xpander pada April (3.572 unit) mengalami penurunan pasokan cukup dalam, dibanding bulan sebelumnya Maret (8.115 unit), atau terkoreksi sampai 55,98 persen.
Euforia kehadiran Xpander nampaknya sudah mulai memudar, di mana ini sebenarnya juga terbilang normal terjadi pada tiap produk baru yang muncul. Meski begitu, Mitsubishi Indonesia tetap harus menjaga penjualan Low MPV-nya, jangan sampai merosot terlalu tajam.
Otomotif, Low MPV, Industri otomotif, gaikindo, xpnder, avanza, mobilio, Xenia, grand livina, ertiga
Wholesales Low MPV Januari-April 2018 (diolah dari data Gaikindo). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Pada urutan ketiga terlaris, ditempati Daihatsu Xenia dengan perolehan 12.264 unit. Dibanding dengan periode sama 2018 (Januari-April), Low MPV kembaran Avanza ini cukup terselamatkan, karena mengalami kenaikan 6 persen di pasar wholesales.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya pada keempat ada Ertiga 8.429 unit dan kelima Mobilio 5.887 unit. Terkait dengan kabar pemain baru Livina berbasis Xpander sendiri, distribusi ke diler mencapai angka 3.373 unit.
Pencapaian tersebut terbilang sukses, lantaran mengalami pertumbuhan signifikan dibanding tahun 2018 lalu --model lawas-- yang hanya 1.842 unit saja.