Cerita 'Tes Keperawanan' di Berbagai Negara

24 November 2018 11:49
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cerita 'Tes Keperawanan' di Berbagai Negara (18503)
zoom-in-whitePerbesar
Konten Eksklusif: Tes Keperawanan. Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Pada 17 Oktober 2018 tiga organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Badan Kesehatan Dunia (WHO), UN Women, dan UN Human Rights Office (OHCHR), meminta agar praktik "tes keperawanan" di seluruh negara di dunia dihapuskan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data yang dimiliki WHO, ada 20 negara yang pernah melakukan "tes keperawanan". Dari 20 negara itu, salah satu negara yang masih melakukannya adalah Indonesia.
Menurut catatan Human Rights Watch, hingga 2018 ini perempuan di Indonesia masih terpaksa harus menjalani "tes keperawanan" untuk bisa bergabung menjadi anggota POLRI dan TNI. Bahkan, calon istri anggota TNI juga diharuskan menjalani tes semacam ini.
Lantas bagaimana dengan "tes keperawanan" di negara-negara lain? Berikut catatan praktik "tes keperawanan" di sebagian negara dari 20 negara yang disebut masih dan/atau pernah melakukan "tes keperawanan".
Cerita 'Tes Keperawanan' di Berbagai Negara (18504)
zoom-in-whitePerbesar
Tes Keperawanan (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)
1. Afghanistan
Berdasarkan laporan Human Rights Watch (HRW), "tes keperawanan" masih terus terjadi di Afganistan. Perintah untuk melakukan tes ini bisa berasal dari petugas polisi, dan beberapa perempuan dipaksa menjalani beberapa kali pemeriksaan vagina tanpa alasan yang jelas.
ADVERTISEMENT
Pada Juli 2018 The Guardian melaporkan bahwa ada banyak perempuan di Afghanistan yang dimasukkan ke dalam penjara hanya karena mereka dianggap “gagal” dalam “tes keperawanan”.
2. Mesir
CNN melaporkan, ada seorang jenderal senior Mesir yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa pernah dilakukan "tes keperawanan" massal terhadap para perempuan peserta demonstrasi 9 Maret 2013.
Menurut jenderal itu, tes dilakukan agar para perempuan yang ditangkap tidak menuduh pihak militer melakukan pemerkosaan terhadap mereka.
Sementara itu, ada seorang korban mengatakan kepada HRW bahwa ia menjalani "tes keperawanan" yang sangat hina. Ia mengaku diperiksa keperawanannya di hadapan tentara-tentara lain dengan cara sangat merendahkan. Bahkan pemeriksaan keperawanan dilakukan oleh dokter pria, bukan dokter perempuan.
ADVERTISEMENT
Tiga tahun kemudian, pada Oktober 2016, seorang anggota parlemen Mesir meminta agar ada “tes keperawanan” untuk para perempuan di Negeri Firaun itu sebagai syarat untuk masuk universitas. Hal ini, sebagaimana dilansir CNN, tentu saja memancing penolakan dan protes keras dari masyarakat Mesir.
Cerita 'Tes Keperawanan' di Berbagai Negara (18505)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 'Tes Keperawanan' (Foto: kumparan)
3. India
Kelompok etnis Kanjarbhat di India punya tradisi "tes keperawanan". Ada kebudayaan yang membuat pasangan pengantin baru harus menunjukkan seprai putih dengan noda bercak darah setelah berhubungan seks pertama kalinya setelah menikah.
Jika pengantin perempuan tidak berdarah di malam pertamanya, ia akan mendapat kekerasan dan penghinaan dari komunitasnya. Bahkan kadang-kadang sampai langsung dicerai.
4. Afrika Selatan
Menurut Dr. Nomagugu Ngobese, pendiri Nomkhubulwane Culture and Youth Development Organisation, “tes keperawanan" merupakan bagian tak terpisahkan bagi kebudayaan Zulu di Afrika Selatan.
ADVERTISEMENT
“‘Tes keperawanan’ adalah bagian dari kebudayaan yang suci bagi kami, dan kami tidak malu atas hal itu," tambah dia.
5. Turki
Profesor Sahika Yuksel, dokter dan juga aktivis anti "tes keperawanan", mengatakan bahwa di Turki "tes keperawanan" seakan dijadikan juga sebagai tes bagi kehormatan keluarga.
Jika si perempuan tidak berhasil memenuhi harapan tersebut, si perempuan bisa terbunuh atas nama kehormatan keluarganya sendiri.
Selain lima negara di atas, 15 negara lainnya yang menurut WHO pernah dan/atau masih melakukan "tes keperawanan" adalah Indonesia, Brasil, Iran, Irak, dan Yordania. Selain itu, tes semacam ini pernah dan/atau masih ditemukan juga di Jamaika, Libya, Malawi, Maroko, dan Palestina. Lalu pernah dan/atau masih ada juga di Sri Lanka, Swaziland, Inggris, Irlandia Utara, dan Zimbabwe.
ADVERTISEMENT
Simak cerita konten spesial Tes Keperawanan melalui tautan di bawah ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020