Indonesia Jadi Negara Paling Sering Kena Malware di Asia Tenggara

10 November 2019 10:01 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi smartphone terinfeksi serangan malware. Foto: geralt via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi smartphone terinfeksi serangan malware. Foto: geralt via Pixabay
ADVERTISEMENT
Serangan virus malware di perangkat mobile, seperti smartphone, semakin mengancam. Sebuah riset yang dilakukan oleh keamanan siber global Kaspersky menunjukkan data yang mengejutkan untuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dalam laporan tersebut, menunjukkan dari Januari hingga September 2019, Kaspersky telah memblokir sebanyak 632.451 upaya serangan malware terhadap perangkat mobile di Indonesia. Jumlah itu sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah ancaman Android paling banyak terdeteksi di Asia Tenggara.
“Diketahui bahwa sebanyak setengah atau 53 persen dari populasi di Indonesia adalah pengguna internet mobile. Bahkan jumlah pengguna internet di negara kepulauan ini setara dengan 6,5 persen pengguna internet di Asia. Ini menjadikan negara Indonesia sebagai target yang menarik dan menggiurkan bagi para pelaku peretasan yang menargetkan pengguna seluler,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara, dalam siaran pers yang diterima kumparan.
Kaspersky/REUTERS Foto: Sergei Karpukhin
Kaspersky juga menemukan, sebanyak 29,07 persen pengguna Android di Indonesia telah diamankan dari malware selama periode yang sama. Tidak hanya itu, Kaspersky juga menemukan 106 paket instalasi untuk Trojan mobile banking di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Temuan instalasi Trojan mobile banking menempatkan Indonesia di antara tiga negara teratas dengan jumlah Trojan perbankan yang paling banyak, termasuk Thailand (329) dan Malaysia (215).
Sementara itu, jumlah paket instalasi untuk Trojan ransomware mobile yang diblokir oleh Kaspersky, Indonesia memiliki jumlah tertinggi mencapai 161 paket dan ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hanya sebanyak 96 pada tahun lalu.
Ilustrasi virus malware berbahaya. Foto: BeeBright
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengenali dan menghindari malware yang menyerang perangkat Android.
- Unduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store untuk menghindari instal aplikasi yang tidak dikenal yang rawan terjangkit malware.
- Blokir instalasi aplikasi dari sumber pihak ketiga. Cara memblokirnya, buka menu pengaturan Android, kemudian pilih Security dan hapus centang / nonaktifkan kotak "Sumber Tidak Dikenal" (Unknown Sources).
ADVERTISEMENT
- Perhatikan izin yang diminta oleh aplikasi selama melakukan instalasi. Pikirkan apakah izin yang tertera cocok dengan tujuan aplikasi.
- Ingatlah untuk selalu menginstal pembaruan sistem dan aplikasi.
- Selalu waspada sebelum mengklik link atau tautan yang mencurigakan dalam email, pesan WhatsApp, maupun SMS.
- Waspada terhadap uji coba antivirus gratis karena bisa jadi itu adalah malware samaran yang dapat menyerang perangkat.