Kumparan Logo

1.493 Desa Adat di Bali Bersiap Sambut Pembukaan Kembali Pariwisata

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keindahan Pura Ulun Danu, Bali  Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan Pura Ulun Danu, Bali Foto: Shutter stock

Sebanyak 1.493 desa adat di Bali siap kembali menyambut wisatawan mancanegara (wisman) pada pembukaan border yang dilakukan Juli-Agustus 2021 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

"Kita songsong Bali Open Border terealisasi Juli atau Agustus yang dicanangkan Pemerintah. Bali kembali dibuka untuk pariwisata domestik atau mancanegara," katanya seperti dilansir Antara, Sabtu (12/6).

kumparan post embed
Ilustrasi desa wisata di Bali Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa adat Bali yang secara keseluruhan berjumlah 1.493 menyatakan siap mendukung program Bali Bangkit. Selain itu, pihaknya juga ikut berjuang dalam gerakan Satuan Tugas COVID-19 secara gotong-royong bersama pemerintah daerah.

"Kita selalu siap ikut arahan dan peraturan melalui desa adat," kata Putra Sukahet.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam dua bulan terakhir, kasus COVID-19 di Bali menurun. Rata-rata kasus harian jumlahnya di bawah 50, angka kematian pun semakin menurun.

kumparan post embed
Ilustrasi protokol kesehatan destinasi wisata di Bali Foto: Shutter stock

"Ini menggembirakan. Namun semakin menurunnya kasusnya di Bali jangan menjadikan kita jemawa mengendorkan upaya kita. Semakin menurun kasus di Bali seharusnya menjadikan kita lebih optimistis berusaha dan disiplin agar Bali segera terbebas dari COVID-19 sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Menurutnya, Bali Open Border akan sangat bergantung pada kesiapan masyarakat setempat untuk memastikan angka kasus ditekan hingga titik terendah. Vaksinasi pun digalakkan, minimal mencapai 70 persen.

Ilustrasi wisatawan di Bali Foto: Dok. Kemenparekraf

"Bali Bangkit adalah kalimat untuk jadikan motivasi kita semua bangkit berupaya dan berjuang kendalikan COVID-19 ini. Bali Bangkit bagai impian kita jadikan kenyataan. Masyarakat Bali sungguh terpukul dengan pandemi," tambahnya.

Ekonomi masyarakat Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata. Apalagi sejak pandemi melanda, kunjungan wisatawan pada tahun 2021 menurun hingga minus 83,26 persen dan di tahun yang sama pertumbuhan ekonomi Bali minus 9,31 persen. Angka tersebut adalah pencapaian terendah secara nasional.

"Ini tergantung kita. Kalau kita semua semakin taat dan disiplin pada prokes maka kita optimistis Bali Open Border bisa terwujud. Tapi kalau lalai, bisa jadi kita gagal," pungkasnya.

kumparan post embed

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)