Kumparan Logo

China Larang Warganya Liburan ke Luar Negeri hingga 2022

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penumpang menggunakan alat pelindung terlihat di Bandara Internasional Tianhe, Wuham Hubei, China, Rabu (8/4).  Foto: REUTERS / Aly Song
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang menggunakan alat pelindung terlihat di Bandara Internasional Tianhe, Wuham Hubei, China, Rabu (8/4). Foto: REUTERS / Aly Song

Pemerintah China melarang warganya untuk terbang ke luar negeri di tengah pandemi COVID-19 yang masih mewabah. Kebijakan ini ditengarai bakal berdampak dengan pengurangan wisatawan asal China, yang merupakan penyumbang terbesar di industri pariwisata.

Dilansir Reuters, regulator penerbangan China kemungkinan masih akan memperketat pengoperasian penerbangan internasional sepanjang semester I 2022.

Air China menyebut langkah ini diambil, karena negara-negara lain juga masih lamban untuk membuka perbatasan. Sebab, tingkat vaksinasi yang cenderung rendah dan melonjaknya kasus COVID-19.

Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) bulan lalu menyebutkan tingkat penerbangan internasional mingguan hanya dua persen dibandingkan 2019. Sebab, masih banyak penerbangan yang ditangguhkan di tengah tingginya angka kasus COVID-19 impor.

Perjalanan menggunakan Air China Foto: Sushil Aryal

Tiga maskapai terbesar China, Air China, China Southern Airlines, dan China Eastern Airlines menuturkan bahwa pembatasan yang diberlakukan CAAC dalam penerbangan internasional kemungkinan akan berlanjut sampai semester I 2022.

"Hal ini dilakukan sebagai pendekatan pemerintah dalam mencegah COVID-19 jelang Olimpiade Musim Dingin Beijing Februari mendatang. Langkah tersebut akan memundurkan pemulihan total ke 2024," kata Kepala Penelitian Pengiriman, Pelabuhan, dan Transportasi Asia HSBC, Parash Jain.

Ekspektasi dari pemulihan yang tertunda dalam perjalanan internasional, diprediksi akan menyebabkan penurunan pendapatan selama beberapa tahun ke depan.

embed from external kumparan
Suasana Check-in China Air di Bandara Soekarno Hatta Foto: Instagram: wishnutama

Misalnya, China Merchant Securities memangkas estimasi laba bersih Air China ke minus sembilan milliar, 2,7 milliar, dan 6,7 milliar yuan pada 2021, 2022, dan 2023.

Manajemen Air China mengatakan kepada analis bahwa pemulihan perjalanan keluar China akan lebih lambat dari Amerika Serikat dan Eropa, lantaran mayoritas negara berkembang belum mencapai tingkat vaksinasi yang tinggi.

Selain itu, Manajemen Air China menjelaskan bahwa CAAC tidak berniat untuk melonggarkan pembatasan hingga setelah semester I 2022.

embed from external kumparan
Pesawat kargo dari China Air Lines terlihat di landasan bandara LAX Los Angeles. Foto: Daniel Slim / AFP

Penangguhan Penerbangan Internasional untuk Menekan Penyebaran Varian Baru

CAAC memangkas penerbangan ke luar negeri pada Maret 2020, guna menghilangkan kekhawatiran akibat infeksi virus corona yang meningkat. Kebijakan yang dinamai 'Five One' mengizinkan maskapai daratan untuk menerbangkan hanya satu penerbangan dalam seminggu, di satu rute ke negara mana pun dan maskapai asing hanya boleh mengoperasikan satu penerbangannya dalam seminggu ke China.

CAAC telah mengubah kebijakan tersebut dengan penangguhan penerbangan atau batas kapasitas bagi maskapai, jika sejumlah penumpang ditemukan terinfeksi COVID-19 atau menambahkan penerbangan jika maskapai tidak mengimpor kasus apa pun.

embed from external kumparan
embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).