Food & Travel
·
11 Juni 2021 11:32
·
waktu baca 3 menit

Digelar Hybrid, International Mask Festival 2021 Tampilkan Ragam Kebudayaan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Digelar Hybrid, International Mask Festival 2021 Tampilkan Ragam Kebudayaan (782018)
searchPerbesar
Iustrasi para penari di acara International Mask Festival (IMF). Foto: Dok. Panitia
Ajang International Mask Festival (IMF) tahun ini kembali digelar secara hybrid pada 11-12 Juni 2021 mendatang. Menampilkan seniman lokal hingga mancanegara, festival topeng tahunan di kota Solo ini menampilkan beragam kebudayaan dengan menggali spirit kekuatan kebersamaan dalam kebhinekaan.
ADVERTISEMENT
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rizki Handayani, mengatakan seni pertunjukan ini bertujuan menggali kekayaan kesenian topeng di Indonesia dengan melibatkan seniman topeng dari mancanegara dalam panggung yang spektakuler. Selain itu, kegiatan seni topeng ini sebagai sarana untuk menjalin hubungan kebudayaan antar-bangsa.
Digelar Hybrid, International Mask Festival 2021 Tampilkan Ragam Kebudayaan (782019)
searchPerbesar
Iustrasi para penari di acara International Mask Festival (IMF). Foto: Dok. Panitia
"IMF ini diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara, namun menciptakan semangat mencintai, melestarikan dan mengembangkan topeng sebagai warisan budaya dan tidak ketinggalan menjadi event budaya untuk menjalin dan meningkatkan hubungan diplomasi antara kota Solo dan kota lainnya di Indonesia sekaligus antara Indonesia dan negara-negara lain," kata Rizki seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (11/6).
Ia juga menambahkan bahwa keunikan IMF 2021 selain digelar secara hybrid juga terdapat penjualan produk kreatif UMKM Indonesia, kompetisi tari topeng melalui aplikasi TikTok dan kuis dan diharapkan terdapat interaksi langsung antara penyelenggara dan penonton.
ADVERTISEMENT
Digelar Hybrid, International Mask Festival 2021 Tampilkan Ragam Kebudayaan (782020)
searchPerbesar
Iustrasi para penari di acara International Mask Festival (IMF). Foto: Dok. Panitia
"IMF 2020 yang digelar secara virtual mendapat lebih dari 10.000 viewers selama dua hari. Diharapkan IMF 2021 mencapai 20.000 viewers," kata wanita yang akrab disapa Bu Kiki ini.
Sementara itu, Chief Executive IMF 2021, Mimi Zulaikha menjelaskan, IMF 2021 diselenggarakan secara secara hybrid.
Untuk kegiatan luring, delegasi Indonesia akan tampil secara live dan ditonton oleh penonton terbatas di Ndalem Purwohamijayan, Solo. Dan untuk event secara daring, delegasi Indonesia dan mancanegara menampilkan karya mereka melalui video pertunjukan.
"Kedua jenis pertunjukkan tersebut ditayangkan secara live streaming pada kanal YouTube SIPA Festival pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 11 dan 12 Juni 2021 dimulai pukul 15.00 WIB. IMF 2021 diawali dengan penayangan video pertunjukan delegasi Indonesia dan mancanegara yang tidak bisa hadir di lokasi. Penampilan live delegasi Indonesia dengan penonton terbatas dimulai pukul 19.30 WIB," katanya.
ADVERTISEMENT
Ia juga mengatakan bahwa delegasi mancanegara yang tampil pada IMF 2021 berasal dari negara Filipina, Malaysia, Prancis, Republik Korea, dan Vietnam.
IMF 2021 juga menampilkan guest stars, maestro topeng Indonesia, yaitu Wangi Indriya, Indramayu dan Dr. Martinus Miroto, M.F.A, Yogyakarta. Adapun delegasi Indonesia berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain event, wisatawan juga bisa membeli cindera mata dari para seniman lokal hingga mancanegara.
Adapun, penjualan barang seni diikuti oleh UMKM Indonesia, antara lain Agus Suyono, Gunung Kidul; Bima Nugraha Yusuf, Ponorogo; Didik Budi Utomo, Ponorogo; Narimo, Sukoharjo; dan Sujiman, Gunung Kidul.
"Penjualan barang-barang seni juga diikuti oleh pembuat topeng mancanegara yaitu Alaric Chagnard, Prancis dan Hideta Kitazawa, Jepang. Selain itu, IMO merupakan wadah silahturahmi seniman, kolektor, pengrajin, komunitas, sekaligus individu-individu pecinta topeng Indonesia.
ADVERTISEMENT
Bagi yang berminat menjadi bagian IMO bisa mendaftar melalui link yang tertera di sini.
Penonton live performance bisa mendapatkan tiket gratis melalui link berikut ini.
Kemenparekraf mengapresiasi pelaksanaan Indonesia Mask Festival 2021, yang bisa dikatakan unik karena personalize, event tematik minat khusus namun disajikan dengan konsep Entertainment yang bisa dinikmati kalangan luas.
Dengan demikian, meskipun mengatur pergerakan wisatawan dengan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety and Environment Sustainability) yang ketat, event ini tetap mampu menggerakkan ekonomi kreatif secara luas.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)