Kumparan Logo

Gawat! Seluruh Bandara di Inggris Terancam Tutup Permanen

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bandara Southampton, Inggris Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bandara Southampton, Inggris Foto: Shutter Stock

Industri yang bergerak dalam sektor penerbangan seperti bandara dan maskapai merupakan salah satu sektor yang sangat merugi karena adanya pandemi virus corona. Bandara-bandara di dunia, satu per satu kini menutup seluruh akses penerbangannya untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Bandara di Inggris misalnya. Hampir seluruh penerbangan tidak dilakukan untuk penumpang. Penerbangan hanya dilakukan untuk pesawat yang mengangkut kebutuhan logistik saja.

Akibatnya aktivitas penerbangan bandara-bandara di Inggris turun secara drastis. Dilansir The Sun, penurunan itu bahkan mencapai 90 persen akibat wabah virus corona. Hal itu membuat seluruh bandara di Inggris terancam tutup secara permanen.

Tampak depan London City Airport Foto: Shutter Stock

Satu minggu sebelum diterapkan lockdown terdapat 7 ribu aktivitas penerbangan di Inggris. Namun, setelah lockdown penerbangan turun drastis. Minggu lalu misalnya, hanya ada 711 penerbangan saja.

Selain itu, maskapai EasyJet juga sebelumnya telah menghentikan penerbangan hingga waktu yang tidak ditentukan. Maskapai Ryanair dan Jet 2 pun sama, belum ada jadwal penerbangan normal hingga bulan Juni mendatang.

kumparan post embed

Kini maskapai hanya melakukan penerbangan kargo seperti yang dilakukan di Bandara East Midlands. Mereka menerbangkan pesawat untuk mengangkut barang atau penerbangan darurat untuk mengantar turis pulang ke negaranya.

Kemudian bandara-bandara lain yang tutup dialihfungsikan sebagai fasilitas medis. Seperti Bandara Birmingham yang digunakan untuk kamar jenazah. Dua bandara lainnya yakni, Bandara Bristol dan Edinburgh dibuka sebagai tempat untuk tes virus corona untuk masyarakat secara drive thru.

Traveler sedang bergegas pulang dari Bandara Birmingham di Inggris Foto: Shutterstock

Bandara lain yang tidak difungsikan seperti Bandara London City ditutup. Sementara Bandara Gatwick, dan Heathrow mengalami krisis sehingga mesti mengurangi jumlah terminal yang beroperasi.

Analis penerbangan bernama Martin Evans mengatakan bahwa saat ini adalah waktu awal bandara seharusnya bisa meraih pendapatan maksimum. Jika tidak, maka ada kemungkinan bandara akan benar-benar ditutup secara permanen.

Selain itu, Badan Perdagangan Asosiasi Operator Bandara (AOA), telah meminta para menteri untuk mendukung bandara yang mengalami penurunan penumpang karena banyak pembatalan.

“Pemerintah harus turun tangan untuk melihat bandara di empat negara asal melalui krisis saat ini, dan membuat komitmen tegas untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan industri penerbangan Inggris,” pungkas Kepala Eksekutif AOA, Karen Dee.

Laporan Hutri Dirga Harmonis

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.