kumparan
12 Maret 2019 7:52

Ingin Liburan Anti-mainstream? Kamu Bisa Kunjungi 12 Festival Ini

Ilustrasi Merayakan Festival Diwali di India Foto: Shutter Stock
Festival atau perayaan tradisi memang sangat menarik dan tidak bisa dilepaskan begitu saja dari sebuah budaya. Saking menyenangkannya, tidak sedikit traveler yang memang sengaja datang berkunjung di waktu-waktu tertentu hanya untuk bisa melihat sajian budaya tersebut, layaknya warga lokal.
ADVERTISEMENT
Apalagi menurut survei yang dilakukan oleh Booking.com, sepertiga traveler dunia atau sekitar 31 persen di antaranya berencana untuk melakukan perjalanan ke sebuah tempat untuk menikmati event tertentu juga sebagai salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman, sekaligus mempelajari budaya baru.
Nah, buat kamu yang juga punya rencana sama, yaitu traveling sambil menikmati sajian budaya dan festival otentik langsung di tempat asalnya, yuk, simak daftar festival budaya sepanjang tahun 2019 dari berbagai negara berikut, yang telah dirangkum kumparan, seperti dikutip dari keterangan resmi Booking.com.
1. Januari - Hari Jadi Australia
Perayaan Australia Day untuk merayakan keberagaman etnis di Australia Foto: Wikimedia Commons
Sama seperti Hari Kemerdekaan Indonesia yang kamu rayakan pada 17 Agustus, Australia juga punya waktu tersendiri untuk merayakan hari jadinya, yaitu pada tanggal 26 Januari.
ADVERTISEMENT
Tanggal 26 Januari menjadi momentum peringatan Australia untuk menandai kedatangan kapal-kapal pertama Inggris ke benua Australia pada tahun 1788. Selain itu, 26 Januari juga menjadi hari untuk merayakan keberagaman masyarakat Australia yang berasal dari beragam etnis.
Pertunjukan kembang api di Perth untuk merayakan Australia Day Foto: Wikimedia Commons
Tak heran, tanggal ini dijadikan sebagai hari libur nasional oleh Negeri Kanguru itu. Dimerikahkan dengan parade, acara musik, kembang api, dan pertunjukan tradisional, Hasi Nasional Australia menjadi salah satu perayaan yang wajib kamu kunjungi dalam liburanmu.
2. Februari - Imlek di China
Menjelang Imlek di China. Foto: Reuters/Stringer
Imlek atau pergantian tahun baru menurut Kalender China ini menjadi salah satu event penting bagi masyarakat keturunan Tiongkok di seluruh dunia. Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman Imlek otentik, datanglahh ke tempat asalnya di China.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, Imlek di China berlangsung selama dua minggu dan dirayakan secara meriah. Mulai dari pertunjukan kembang api yang menawan, sajian pada leluhur, tradisi membuat pangsit, dan memakan kue bulan sebagai simbol menyambut keberuntungan, serta kemakmuran menjadi hal yang tidak boleh kamu lewatkan.
Pernak pernik Imlek di China Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan
Selain itu, ada pula satu hari khusus yang didedikasikan untuk menyapu kesialan ke luar rumah agar peruntungan baik datang di tahun yang baru.
Jika memiliki kesempatan untuk bertandang ke China pada bulan Februari, sebisa mungkin kamu juga harus menyempatkan diri untuk menikmati Cap Go Meh. Yaitu sebuah event penutup acara, sekaligus puncak tahun baru menurut Kalender Lunar.
3. Maret - Saint Patrick's Day di Irlandia
Berpakaian serba hijau untuk merayakan St. Patrick's Day di Irlandia Foto: Flickr/Giuseppe Milo
Dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 17 Maret, penduduk Irlandia menyelenggarakan Saint Patrick's Day sebagai festival budaya, sekaligus acara penghormatan mengenang Santo Patrick dalam memperkenalkan agama Kristiani.
ADVERTISEMENT
Dalam perayaan St. Patrick's Day, penduduk Irlandia akan mengenakan atribut serba hijau, mulai dari atas hingga ujung kaki mereka. Warna hijau dianggap sebagai perlambang Irlandia yang dijuluki The Emerald Isle dan mewakili agama Katolik secara tradisional.
Pertunjukan salah satu universitas dalam parade St. Patrick´s Day di Dublin Foto: Flickr/William Murphy
Selama lebih dari 1000 tahun, ada lebih dari 1 juta orang merayakan St. Patrick's Day di Irlandia dan paradenya menjadi parade tertua di sepanjang sejarah Inggris.
Kamu yang berminat mengikuti festival St. Patrick's Day, jangan lupa untuk menyambangi Kota Kilkenny yang mengadakan Tradfest selama lima hari di seluruh kota untuk memperingati Pekan St. Patrick.
4. April - King's Day di Belanda
Seluruh penduduk Belanda mengenakan atribut serba orange untuk rayakan hari lahir raja atau ratu Foto: Flickr/Roel van Deursen
Tiap bulan April, penduduk Belanda mengadakan sebuah pesta ulang tahun besar bagi rajanya. Sejak Agustus 1885, masyarakat Negeri Kincir Angin memang merayakan hari kelahiran pemimpin mereka sesuai dengan tanggal lahirnya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Untuk tahun 2019, Belanda merayakan Koningsdag (King's Day) pada tanggal 27 April sesuai dengan kelahiran Raja Willem-Alexander. Ketika Koningsdag dirayakan, kamu akan melihat perayaan di segala penjuru Kota Amsterdam hingga seluruh negeri.
Pasar dadakan juga akan muncul untuk memeriahkan Koningsdag di Belanda Foto: Flickr/Franklin Heijnen
Mulai dari konser, pesta, parade bernuansa orange sesuai dengan warna nasional Belanda, dan hadirnya pasar bebas. Di mana kamu bisa menjual barang-barang bekas milikmu di jalanan tanpa izin dan tanpa tagihan pajak penjualan.
5. Mei - Golden Week di Jepang
Hanami Foto: Shutterstock
Bukan cuma Indonesia saja, lho, yang mengenal Harpitnas atau Hari Kejepit Nasional, Jepang juga. Menariknya, penduduk setempat bahkan merayakan hari libur nasional yang berdekatan pada awal bulan Mei dengan mengambil cuti untuk beristirahat, jalan-jalan, dan merayakan pergantian musim.
ADVERTISEMENT
Minggu-minggu awal itu dikenal sebagai Golden Week yang dimulai pada tanggal 29 April. Sedangkan hari libur nasional yang dirayakan pada akhir April dan awal Mei itu adalah Ulang Tahun Kaisar dan Hari Peringatan Konstitusi.
6. Juni - Festa Junina di Brasil
Festa Junina yang meriah di Brasil Foto: Wikimedia Commons
Apabila Irlandia merayakan St. Patrick's Day untuk mengenang hari kematian Santo Patrick, sang pelindung Irlandia, penduduk Brasil merayakan festival tahunan Festa Junina untuk merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis.
Festival yang dikenal pula sebagai Festa de Sao Joao itu berasal dari perayaan pertengahan musim panas yang dibawa oleh bangsa Portugis pada abad ke-16. Dirayakan sepanjang bulan Juni, Festa Junina juga memberikan pesan penting, yaitu mengucap syukur atas musim hujan yang baru berakhir, sebagai simbol harapan akan panen yang baik di masa mendatang.
Setiap tahunnya, Festa Junina selalu ramai pengunjung Foto: Flickr/Kyller
Meski memiliki kaitan yang erat dengan dunia agraria, faktanya Festa Junina sangat populer di daerah perkotaan Brasil. Kalau kamu berkesempatan untuk mengunjungi Brasil pada bulan Juni, jangan lewatkan sajian kue-kue lezat berbahan dasar jagung yang biasa disajikan dalam Festa Junina.
ADVERTISEMENT
7. Juli - Hari Kemerdekaan Amerika Serikat
Perayaan Hari Kemerdekaan AS. Foto: REUTERS/Gabriela Bhaskar
Selain Australia, Amerika Serikat juga menghadirkan beragam perayaan dan upacara untuk merayakan hari kemerdekaannya. Disebut sebagai 4th of July, hari kemerdekaan Amerika Serikat ini dilakukan untuk memperingati momentum ketika 13 negara bagian Amerika memutuskan untuk berpisah dari Kerajaan Inggris Raya dan mendeklarasikan kemerdekaannya sendiri.
Perayaan Hari Kemerdekaan AS. Foto: REUTERS/Gabriela Bhaskar
Berada di Amerika Serikat pada tanggal 4 Juli bukan hanya akan memberikanmu pengalaman mencicipi festival kemerdekaan saja. Tapi juga sensasi perayaan yang sangat semarak.
Sebab, pada tanggal 4 Juli akan ada berbagai upacara kenegaraan, latihan militer, live music, parade, dan penduduk yang datang ke Monumen Washington, sambil berpiknik ria, dan tentunya festival kembang api untuk menutup hari.
ADVERTISEMENT
8. Agustus - Dormition of Virgin Mary di Yunani
Dormition of Virgin Mary di Yunani Foto: Wikimedia Commons
Dormition of Virgin Mary di Yunani adalah salah satu hari libur paling utama dalam Kalender Ortodoks Yunani. Diselenggarakan pada 15 Agustus, festival ini dirayakan untuk memperingati momen saat Maria 'tertidur' dan naik ke surga.
Untuk merayakan Dormition of Virgin Mary, setiap area dari negara punya pesta perjamuan tersendiri sesuai aspek unik dari budaya Yunani.
Prosesi Dormition of Virgin Mary di Yunani* Foto: Wikimedia Commons
Tempat populer yang bisa kamu sambangi saat bulan Agustus untuk merayakan Dormition of Virgin Mary di Yunani adalah Gereja Panagia Evangelistria di Pulau Tinos. Di gereja ini para peziarah dari seluruh dunia akan berkumpul dan berdoa di depan patung terkenal Perawan Maria.
9. September - Chuseok di Korea Selatan
Ilustrasi keluarga yang merayakan Chuseok Foto: Flickr/Republic of Korea
Ingin merasakan pengalaman Korea Selatan yang berbeda dengan lainnya dan kental nuansa budaya? Datanglah pada bulan September. Karena pada bulan September, penduduk Korea Selatan memperingati Chuseok atau Festival Panen, tepatnya pada bulan purnama yang jatuh pada hari ke-15 berdasarkan Kalender Lunar.
ADVERTISEMENT
Mirip dengan Thanksgiving Day yang dirayakan di Amerika Serikat, pada Festival Panen Chuseok, masyarakat Korea Selatan akan berkumpul bersama keluarga mereka dan saling bertukar hadiah sebagai ungkapan terima kasih.
10. Oktober - Diwali di India
Festival Diwali di Ayodhya, India Utara. Foto: REUTERS/Pawan Kumar
Dikenal sebagai Festival Cahaya, Diwali ata Deepavali adalah salah satu festival terbesar dalam agama Hindu yang menggambarkan kemenangan kebaikan (cahaya) atas kejahatan (gelap). Selama Festival Diwali berlangsung, penduduk Hindu di India akan menyalakan lampu minyak berukuran kecil di depan kuil, teras rumah, hingga tepi jalan.
Mengunjungi India pada bulan Oktober akan memberikan pengalaman yang berbeda. Di mana kamu bisa melihat sendiri bagaimana indahnya India saat hanya diterangi oleh cahaya lampu minyak atau lilin, sambil menikmati ragam makanan dan manisan lokal, seperti samosa atau mithai (manisa dari gula dan tepung buncis).
ADVERTISEMENT
11. November - Die de los Muertos di Republik Meksiko
Seorang wanita berdandan sebagai Catrina di Saltillo, Coahuila. Foto: REUTERS/Daniel Becerril
Sering disalahartikan sebagai Festival Orang Mati seperti Halloween, Die de los Muertos atau Day of the Dead di Spanyol merupakan festival untuk menghargai dan menghormati setiap jiwa yang telah meninggal dunia.
Dirayakan pada tanggal 2 November setiap tahunnya, kamu akan menemukan wajah-wajah hantu tergambar di setiap orang yang ikut ambil bagian berpartisipasi dalam parade.
Mengunjungi makam menjadi salah satu bagian dari festival. Foto: REUTERS/Jorge Luis Plata
Sedangkan pada malam hari, penduduk Meksiko akan beramai-ramai mendatangi kuburan sanak saudara mereka untuk menyalakan lilin dan membawakan makanan, minuman, serta menaruh bunga. Hal ini sebagai bentuk penghormatan atas jiwa-jiwa yang telah lebih dulu berangkat ke alam baka.
12. Desember - Russian Winter Festival di Moskow
Russian Winter Festival di St. Petersburg, Rusia Foto: Flickr/Ninara
Berlangsung pada pertengahan Desember hingga pertengahan Januari, Russian Winter Festival dirayakan penuh dengan semarak di berbagai penjuru Kota Moskow. Melalui Russian Winter Festival, kamu bisa merasakan langsung budaya Rusia di tiga perayaan sekaligus dalam satu waktu.
ADVERTISEMENT
Tiga perayaan itu antara lain tradisi Natal, Tahun Baru dan Svyatki (Christmastide) yang terjadi secara berdekatan pada musim dingin. Pada bulan Desember, kamu bisa berkunjung ke Christmas Village di kawasan Revolution Square untuk berbelanja kado natal yang unik dan beragam kerajinan tangan tradisional, seperti mainan kayu, boneka, sepatu bot, dan tentunya ornamen Natal.
Boneka tradisional Rusia yang bisa kamu temukan saat festival musim dingin Foto: Flickr/Ninara
Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi Gorky Park untuk menonton orang-orang bermain hoki, maupun bermain seluncur es. Jangan lewatkan juga hidangan khas Rusia seperti bagel, selai, dan juga teh.
Mumpung masih awal tahun, siapa tahu saja festival budaya kali ini bisa jadi referensi menarik untuk merencanakan liburanmu tahun ini. Tertarik?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan